Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin lanjutkan pemikiran Buya Syafii Maarif.
Hal ini Erick Thohir sampaikan setelah ia melakukan takziah sekaligus ziarah ke makam Buya Syafii Maarif.
Diketahui pada Rabu, 22 Juni 2022, Erick Thohir melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat di Yogyakarta, dan salah satunya ke keluarga dan juga makam Buya Syafii Maarif.
Baca Juga: Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Erick Thohir Takziah dan Ziarah ke Makam Buya Syafii Maarif
Di akun Instagramnya, Erick Thohir mengatakan bahwa Buya Syafii Maarif merupakan sosok cendekiawan besar, ulama kharismatik, dan guru bangsa.
"Hari ini saya berziarah ke makam Buya Syafii Maarif. Sosok cendekiawan besar, ulama kharismatik, dan guru bangsa," tulis Erick.
Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa Buya Syafii Maarif mengajarkannya agar memiliki pengetahuan yang luas.
"Buya mengajarkan kita agar memiliki cakrawala berpikir yang luas, dalam mengurai persoalan-persoalan keumatan dan kebangsaan," lanjutnya.
Selain itu, Erick Thohir juga meminta izin melakukan takziyah ke makam Buya Syafii Maarif kepada Kantor Muhammadiyah.
Ingin Lanjutkan Pemikiran Buya Syafii Maarif
Erick Thohir juga meminta izin kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir melanjutkan gagasan besar Prof Syafii Maarif.
Dalam pertemuan tertutup di Kantor Pusat PP Muhammadiyah Yogyakarta. Haedar menyampaikan apresiasi atas keinginan yang disampaikan Erick yang ingin melanjutkan pemikiran-pemikiran Buya Syafii Maarif yang bersifat inklusif dan berorientasi pada Islam kebangsaan.
"Sekaligus ingin melanjutkan pemikiran Buya yang inklusif yang berorientasi pada Islam Kebangsaan. Itu obrolan-obrolan yang dengan Pak Erick," kata Haedar.
Haedar pun mengajak kepada semua elemen bangsa untuk senantiasa merawat dan melanjutkan pemikiran besar Buya Syafii Maarif.
"Pada gagasan yang diusung oleh Buya Syafii selama ini diharapkan bisa membangun Indonesia ke arah yang lebih baik," kata Haedar.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan pada program-program pemberdayaan ekonomi dengan PP Aisyiyah. Erick Thohir mengatakan bahwa ia memiliki program-program khusus, yang itu obyektif untuk pemberdayaan ekonomi.
Erick dan Haedar juga membahas soal pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19.
Baca Juga: Kenang Buya Syafii Maarif, Erick Thohir: Kehilangan Besar bagi Umat Islam dan Bangsa Indonesia
"Yang kedua memang melanjutkan program-program yang bisa dikerjasamakan tadi kebetulan ada Bu Nur, dari Aisyiyah ikut program pemberdayaan ekonomi. Di mana menteri yang membidangi BUMN tentu ada bidang-bidang khusus yang itu obyektif untuk pemberdayaan ekonomi. Dua hal itu yang sempat diobrolkan," tutup Haedar.