Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir inginkan Indonesia meningkatkan kapabilitas agar masuk 10 besar industri halal.
Erick Thohir menyanyangkan kontribusi Indonesia sebagai produsen produk halal dunia masih tergolong minim. Bahkan, Indonesia tidak masuk 10 besar industri halal di dunia. Indonesia juga masih menjadi penonton dalam industri halal tersebut.
Erick mengatakan Indonesia sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia, harus memiliki kekuatan yang potensial sebagai pemain utama industri halal global.
Baca Juga: Wujudkan Kedaulatan Digital, Erick Thohir Tegaskan Pentingnya Bangun Infrastruktur dan SDM
“Kita harus meningkatkan kapabilitas kita. Jangan di era dunia yang berubah, kita tertinggal. Kita hanya jadi penonton, ini banyak tanda-tandanya. Kita merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Tetapi kalau bicara industri halal, di 10 besar negara yang memproduksi produk-produk halal, Indonesia tidak masuk,” kata Erick.
Untuk itu, Erick meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak saling menyalah-nyalahkan, dan lebih kepada introspeksi diri dan membangun diri.
“Di 10 besar ada negara Amerika Serikat, Brasil, Taiwan. Sementara, tidak ada Indonesia. Ini salah siapa? Salah kita. Kita tidak boleh menjadi generasi yang terus menyalah-nyalahkan tanpa kita introspeksi diri, tanpa kita membangun diri,” kata Erick Thohir.
Erick Thohir mengungkapkan pemerintah akan terus melakukan upaya membangun industri halal. Seperti program Mekaar BUMN yang mendorong ibu-ibu untuk membuka usaha dengan mudah.
"Kita juga mendorong program ibu-ibu Mekaar (membina ekonomi keluarga sejahtera) yang ada di desa-desa, pinjaman Rp 1 juta sampai Rp 4 juta tanpa agunan. Kenapa? Supaya bisa ikut menjaga pembangunan ekonomi keluarga dan menunjang pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan Frida Adiati mengungkapkan, permintaan produk halal di pasar global semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk muslim di dunia yang saat ini mencapai 1,9 miliar. Namun saat ini Indonesia baru menjadi top five market, belum menjadi produsen dari produk halal.
Baca Juga: Fasilitasi Penyandang Disabilitas, Erick Thohir Apresiasi Pelayanan KAI
“Karena itu, kolaborasi sangat penting untuk terus ditingkatkan guna menggenjot ekspor produk-produk halal, dan juga penggunaannya di dalam negeri harus terus didorong,” kata Frida.