Cerita Mistis Talago Biru Nagari Atar, Warna Air Berubah Pertanda akan Adanya Peristiwa

Cerita Mistis Talago Biru Nagari Atar, Warna Air Berubah Pertanda akan Adanya Peristiwa

Ekel Suranta Sembiring
2022-02-09 00:05:24
Cerita Mistis Talago Biru Nagari Atar, Warna Air Berubah Pertanda akan Adanya Peristiwa
Talago Biru Nagari Atar

Talago Biru yang berada di Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu objek wisata menarik untuk dikunjungi. Namun, dibalik keindahannya, Talago Biru ini menyimpan cerita mistis. Adapun cerita mistis yang terkenal sebagai berikut:

Lokasi Talago Biru


Talago Biru terletak di Jorong Taratak Delapan, Nagari Atar, Kecamatan Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar. Lokasi Talago Biru sendiri terletak sekitar 37 kilometer dari pusat Kota Batusangkar, dapat ditempuh selama 30 menit dengan kendaraan bermotor. 

Untuk ke lokasi, pengnjung bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalanan menuju lokasi juga sudah diaspal, meski terdapat sebagian sisi jalan yang rusak dan adanya tikungan dan tanjakan.

Telaga ini memiliki luas sekitar 1 hekatre. Soal namanya Talago Biru, karena telaga tersebut sepanjang tahun lebih didominasi air berwarna biru.

Cerita Mistis Talago Biru


Talago Biru sarat dengan cerita mistis dan mitos. Menurut cerita yang beredar, alam waktu-waktu tertentu, air di telaga itu bisa berubah bewarna lain. Kadang berwarna merah, kuning kunyit, hijau, bahkan adakalanya warnanya keruh.

Setiap warna air telaga punya makna tersendiri yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Tiap-tiap warna merupakan pertanda tentang suatu peristiwa yang akan terjadi ke depan.

Di tengah masyarakat setempat berkembang cerita, di telaga itu juga sering terlihat kerbau berenang yang hanya tampak bagian kepala di permukaan air. Namun, masih menurut warga, hanya orang-orang tertentu dan ‘beruntung’ saja yang bisa melihat langsung dengan mata telanjang.

Lokasi Ritual Meminta Hujan

Diketahui juga, dulu  telaga itu merupakan lokasi bagi warga setempat untuk ritual meminta hujan saat musim kemarau. Dulu, setelah selesai salat minta hujan (Istisqa), warga selalu melakukan semacam ritual membakar biduk di telaga, namun sejak satu dekade terakhir ritual itu tidak ada lagi sampai saat ini.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30