Non-Fungible Token (NFT) atau aset seni digital ini
sudah sangat populer secara global, namun tak bisa di pungkiri seniman-seniman
lokal Indonesia masih belum sepenuhnya mengenal NFT.
Superlative
Secret Society (SSS) sebagai komunitas kolektor aset digital NFT yang resmi
masuk dalam platform marketplace OpenSea sejak 22 September 2021, mempertemukan
para seniman lokal Indonesia sekaligus mengenalkan NFT kepada para seniman di
Pulau Dewata lewat Superlative Gallery.
Superlative Gallery Dibuka 11 Januari 2022
Chilling in gallery's corner and wondering "am i dreaming?" Thanks NFT. Thanks Community. Thankyou to all my friend and dear collector. Thankyou for all the support. @SuperlativeSS gallery will be open in a few hours. #staysuperlative #WeLikeTheArt pic.twitter.com/wdFCiZGs60
— Arief Witjaksana (@AriefWitjaksana) January 11, 2022
Grand Opening Superlative Gallery yang berlokasi di Jl. Legian
no.99, Kuta dilakukan hari ini 11 Januari 2022 pukul 18.00 WITA. Acara ini
mengusung tema “Embrace Conventional Art to Digital Era”. Komunitas SSS ingin
mengajak seniman-seniman Indonesia khususnya di Bali untuk datang ke
Superlative Gallery agar mendapatkan sosialisasi dan pencerahan tentang NFT.
Sehingga kedepannya, karya seni konvensional dapat diubah menjadi karya
digital.
Memberi Edukasi pada Seniman Lokal terkait NFT
Segala upaya yang dilakukan oleh SSS termasuk membuka Superlative Gallery adalah untuk mengedukasi masyarakat seputar dunia seni digital seperti NFT, sebagai wadah terbuka bagi setiap seniman untuk memperkenalkan hasil karya seni mereka ke mancanegara.
Penjualan NFT Superlative Secret Society
Komunitas SSS bisa dibilang telah berhasil menekuni penjualan NFT, sebab mereka berhasil menjual avatar karya seni koleksi pertamanya sejumlah 11.110 buah ludes hanya dalam kurun waktu 2 menit. Hal tersebut membuat harga per gambar NFT yang dijual Superlative Secret Society di sejumlah platform blockchain menembus angka 0,24 ETH atau sekitar hampir USD 1000 per gambarnya.