Mengenal Ula Startup Asal Indonesia yang Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos

Mengenal Ula Startup Asal Indonesia yang Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos

Foto
Mengenal Ula Startup Asal Indonesia yang Dapat Suntikan Dana dari Jeff Bezos (Foto: INT)

Startup asal Indonesia bernama Ula yang mendapat suntikan dana dari pendiri Amazon, yaitu Jeff Bezos. Ula berfokus pada pemberdayaan peritel kecil. 

Startup ecommerce Ula baru berumur 1,5 tahun dan sudah mendapat pendanaan dari B Capital Group, Sequoia Capital India, Lightspeed Venture Partners dan Quona Capital. 

Baca juga: Mengenal Sudhi Wadani, Ritual Pindah Agama Hindu yang Dijalani Sukmawati Soekarnoputri

Tentang startup Ula


Ula didirikan Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (sebelumnya bekerja di Amazon), Derry Sakti (yang mengawasi operasi raksasa consumer goods P&G di Indonesia) dan Riky Tenggara (pernah bekerja di Lazada dan eCommerce). 

Kemudian Ula mengajak Pandu Sjahrir yang merupakan seorang investor berpengalaman serta pengusaha sebagai penasehat perusahaan.

Platform e-commerce business to business Ula membantu pengecer kecil mengatasi infisiensi yang dihadapi dalam rantai pasokan, inventaris dan modal kerja.

Mengutip dari techcrunch, Co-founder and Chief Executive Ula, Nipun Mehra mengatakan sejak diluncurkan pada 2020, perusahaan ini berambisi untuk mengembangkan bisnis kecil dan menengah menggunakan teknologi.

Dapat suntikan dana


Founder Amazon Jeff Bezos telah bergabung dalam putaran pendanaan terbaru untuk startup Indonesia, Ula. 

Pada 4 Oktober 2021, perusahaan yang dinahkodai oleh Alan Wong ini berhasil meraup pendanaan Seri B senilai Rp 1,24 miliar. Pendanaan ini dipimpin bersama oleh Prosus Ventures, Tencent dan B-Capital. 

Kemudian Bezos berpartisipasi juga dalam pendanaan Seri B Ula melalui Bezos Expedition, yang merupakan perusahaan venture capital milik pendiri dari Amazon, Jeff Bezos beserta investor-investor terkemuka di Asia Tenggara lainnya, yaitu Northstar Group, AC Ventures dan Citius.

Baca juga: Mengenal Desa Tapen di Bondowoso, Dikenal Sebagai Kampung YouTuber hingga Ratusan Juta, Malah Dianggap Pesugihan

Tumbuh 230 kali lipat

Startup Ula baru berdiri 20 bulan dan di tengah kondisi pandemi. Ula sudah tumbuh 230 kali lipat dan saat ini menawarkana lebih dari 6 produk, serta melayani lebih dari 70 ribu warung di platformnya. 

Perusahaan ini diluncurkan pada tahun 2020, memiliki misi tunggal untuk memberdayakan pengecer kecil di lingkungan dengan teknologi untuk meningkatkan pendapatannya. 

Investor baru dari Ula datang dengan keahlian global dan berbagi pola pikir dengan jangka panjang untuk perusahaan ini. Mehra berterima kasih kepada investor karna percaya pada misi Ula dan berharap untuk belajar dari pengalaman mereka.