Mengenal Bagal Buntung, Tokoh Wayang Jawa Hanya Memiliki Satu Kaki Namun Pemberani

Mengenal Bagal Buntung, Tokoh Wayang Jawa Hanya Memiliki Satu Kaki Namun Pemberani

Foto
Wayang Bagal Buntung (foto: caritawayang.blogspot.com)

Mengenali setiap tokoh wayang Jawa merupakan salah satu hal yang menarik. Pasalnya, setiap kisah tokoh-tokoh wayang Jawa itu memiliki makna yang dapat dipetik untuk jadi pembelajaran. 

Nah, dalam kesempatan ini kita akan membahas salah satu tokoh wayang Jawa bernama Bagal Buntung. Bagi kamu yang ingin mengenali tokoh wayang ini, langsung saja simak berikut ini:

Baca Juga: Mengenal Bawor, Tokoh Wayang Jawa Terkenal Kasar Namun Suka Persaudaraan

Asal usul Bagal Buntung

Soal asal usul wayang Bagal Buntung belum dapat titik jelasnya. Namun, Bagal Buntung disebut diciptakan dari bonggol jagung dan ada juga yang menyebut berasal dari kemandi, yaitu sejenis benalu.

Silsilah kekeluargaan wayang Bagal Buntung ini pun belum ada refrensi yang menjelaskan keturunannya. Namun, ada juga yang menyebutkan wayang ini salah satu karakter panakawan Cirebon.

Berdasarkan sejarah dalam babad Cirebon, Pakeliran wayang Kulit pertama di Cirebon dilakukan oleh Sunan Panggung atau Sunan Kalijaga sebagai dalang dan diringi gamelan sekaten Cirebon.

Dari pengaruh ajaran agama yang dibawa Wali Sanga itulah sehingga muncul tambahan tokoh panakawan menjadi sembilan yakni : Semar, Curis, Bitarota, Ceblok, Dawala, Cungkring, Bagong, Bagal Buntung dan Gareng. 

Sifat dan wujud Bagal Buntung


Dalam pewayangan, Bagal Buntung digambarkan sebagai sosok difabel, pasalnya memiliki kekurangan, cacat atau hanya memiliki satu kali. Namun, mesti memiliki kekurangan, Bagal Buntung disebut memiliki keberanian.

Baca Juga: Mengenal Petruk, Tokoh Wayang Jawa Jago Kandang Namun Mudah Berlapang Dada

Kisah Bagal Buntung

Dalam pewayangan, pada suatu hari ada sebuah peperangan di Amarta, antara Prajurit Amarta dan Wadiabala dari Negeri Girikobaran yang tiada berkesudahan. Perang itu sangat banyak memakan korban dan mengerikan.

Suara teriakan korban yang berjatuhan tiada sepinya juga mengiris hati, tombak yang menusuk sudah tak melihat lagi kawan ataupun lawan. Mayat-mayat berserakan di tanah, baunya tercium kemana-mana.

Disinyalir perang tersebut disebabkan karena pasukan Girikobaran yang sekonyong-konyong datang meminta Jimat Layang Kalimasuda yang ternyata sudah hilang. Jimat tersebut merupakan permintaan Bagal Buntung agar tubuhnya menjadi utuh kembali.

Baca Juga: Mengenal Gareng, Tokoh Wayang Jawa Cacat Fisik Namun Berprinsip Membela yang Benar

Setelah berhasil menemukan Jimat Layang Kalimasuda, Bagal Buntung menjadi seorang perkasa yang memiliki tubuh yang sempurna dan rupawan, bukan hanya itu, kekuatannyapun bertambah kuat setelah menggunakan Jimat Layang Kalimasuda.

Ketika ia terjun ke dalam peperangan, kawan-kawannya sudah tidak percaya lagi dengan penampilannya. Musuh yang tak surut-surut habis itu dihempaskan dan dimusnahkan tak bersisa sedikitpun olehnya. Lawan semakin berkurang karena kedatangan Bagal Buntung.