Ini Sosok Pelaku Guru SMA di Motoling Minahasa Selatan yang Diduga Remas Payudara Siswa saat Belajar

Ini Sosok Pelaku Guru SMA di Motoling Minahasa Selatan yang Diduga Remas Payudara Siswa saat Belajar

Foto
Sosok Guru SMA di Motoling Minahasa Selatan yang Diduga Remas Payudara Siswa saat Belajar (foto: Facebook)

Sosok guru SMA pelaku remas payudara siswa saat belajar di Motoling, Minahasa Selatan diburu netizen pasca foto dirinya viral melakukan tindakan sangat biadap itu.

Menurut hasil penelusuran Correcto.id, sosok pelaku diduga remas payudara siswa saat belajar itu berinisial MT. Dirinya merupakan salah satu guru Kimia di SMA Negeri Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan.

Baca Juga: Viral Seorang Pria Bercadar Menyamar Sebagai Perempuan, Diduga Fetish

"Up lagi. Setelah di takedown. Terduga pelaku berinisial MT (MAX) adlh seorang guru di salah 1 SMA di Motoling, Hmmm... Source. Lambe Kawanua," tulis Facebook Tanta Keranjang yang diposting di Grub Lambe Kawanua Minsel.

Diamati dari beberapa foto yang beredar, MT yang sedang menggunakan baju keki PNS dengan badge pendidikan Sulawesi Utara, terlihat jelas tertangkap basah melakukan meremas payudara siswinya yang tengah belajar mengoperasikan komputer. 

"Perlakuan tidak patut di contoh oleh seorang oknum guru di salah satu SMA Motoling. 👎👎 BUKA MASKER LAGI," tulis Facebook Forum Peduli Jalan Rusak di Sulut seperti dikutip Correcto.id, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Ini Akun Facebook Guru SMA di Motoling Minsel yang Diduga Peras Payudara Siswa saat Belajar

Baca Juga: Profil dan Biodata Juliandi Tigor Simanjuntak, Pegawai Eks KPK yang Dipecat Ternyata Ahli UU Antikorupsi kini Jualan Nasi Goreng

Melihat foto viral itu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dr Grace Punuh, mengatakan jika pihaknya sudah langsung meminta jajarannya menelusuri kasus tersebut.

Menurutnya, hal itu masuk ke ranah moral yang harus segera dituntaskan dan ditelusuri kebenarannya.

"Sekarang, Cabang Dinas Pendidikan di daerah itu, sudah melakukan penelusuran dan akan melakukan klarifikas. Nanti, jika sudah selesai klarifikasi, kita akan langsung kasih tahu apa tindakan lanjutnya. Yang pasti, jika terbukti harus ada sanksi berat, karena ini masalah moral," kata dr Grace.