Chelsie Monica, Pecatur Muda Raih Medali Emas, Ternyata Pernah jadi Komentator Dewa Kipas VS Irene Sukandar

Chelsie Monica, Pecatur Muda Raih Medali Emas, Ternyata Pernah jadi Komentator Dewa Kipas VS Irene Sukandar

Foto
Chelsie Monica, atlet pecatur muda dari Kalimantan Timur berhasil meraih medali emas di PON XX Papua (foto: Instagram / @chelsie.monica)

Chelsie Monica bernama lengkap Chelsie Monica Ignesias Sihite pecatur muda dari Kalimantan Timur berhasil meraih medali emas di PON xx Papua. Keberhasilnya itu pun menambah perbendaharaan medali emas kontingen PON Kaltim.

Chelsie berhasil meraih medali emas setelah memenangi pertarungan babak playoff dengan Irine Sukandar dari Jawa Barat dan WCM Theodora Walukow dari DKI jakarta di Hotel Swiss Bell, Kabupaten Merauke, Selasa lalu.

Baca Juga: Profil dan Biodata Chelsie Monica, Pecatur Muda Cantik Raih Emas PON XX Papua Kalahkan Irene Sukandar

Perjah jadi Komentator Dewa Kipas VS Irene Sukandar

Diketahui, Chelsie Monica ternyata pernah menjadi komentator pertandingan antara Dewa Kipas dan Irene Sukandar yang disiarkan secara live lewat akun YouTube Deddy Corbuzier pada 22 Maret 2021 lalu.

Pada saat itu, penonton bukan fokus pe pertandingan Dewa Kipas dan Irene Sukandar, malah banya yak fokus ke parasnya Chelsie Monica.

Bahkan, Deddy saja sempat membuat jokes untuk Chelsie. "Saya kalau mau les private catur bukan dengan Anda (Susanto Megaranto). Tapi sama dia (Chelsie), enak ada pemandangannya," kata Deddy.

Baca Juga: Profil dan Biodata Susanti Ndapataka, Atlet Muaythai Peraih Medali Emas PON XX Papua Dijemput Pakai Pickup

2. Tertarik dengan catur mulai sejak kecil


Putri Batak Toba kelahiran Balikpapan 2 November 1995 itu ternyata sudah tertarik dengan catur mulai sejak kecil. Pada saat itu dirinya melihat keasikan ayahnya bermain catur di kediamannya. Hal itulah membuat Chelsie tertarik dengan catur.

3. Meraih gelar Woman International Master pada 2011


Diketahui, pada tahun 2011, Chelsie mendapatkan gelar Woman International Master (WIM) tanpa harus melalui tiga kali norma, dalam sebuah ajang di Tarakan bernama ASEAN+ Age Group Chess Championship.

Selanjutnya, dalam ajang World Junior Ches Championship 2012 Girls Under 20 di Yunani, Chelsie juga mampu finis di urutan delapan dengan raihan poin 8,5/13, plus rating performance sebesar 2.319. Dia mampu bersaing dengan para pecatur internasional lainnya dalam ajang tersebut.

Lalu, dalam Olimpiade Catur 2012 di Istanbul, Chelsie mampu meraih poin 8/10. Di ajang itu, dia meraih norma grandmaster pertamanya, sekaligus peningkatan ELO rating sebesar +45 poin. Dia juga mencatatkan rating performance sebesar 2.370 di ajang itu.

Baca Juga: Profil dan Biodata Melisa Try Andani, Atlet Wushu Jambi Peraih Emas Gunakan Bonus untuk Umrah Orang Tua

4. Memiliki segudang prestasi


Sejak aktif main catur pada tahun 2003 hingga saat ini, Chelsie telah mengukir segudang prestasi. Bahkan, saat ini sudah terdaftar di situs resmi Federasi Catur Dunia (FIDE), dengan nomor kode 7101198. Per Oktober 2012, dia memiliki rating 2.254.

Adapun gelar lain yang pernah didapat oleh Chelsie Monica, baik di level Asia maupun dunia sebagai berikut:

Juara 2 ASEAN Age Group Chess Championship di Muangthai 2005

Juara 2 di 6th World School Chess Festival di Singapura 2006

Juara 2 ASEAN Age Group Chess Championship di Indonesia 2006

Juara World School Chess Championship di Singapura 2008

Juara ASEAN Age Group Girl Under-16 di Filipina 2011

Juara 1 Turnamen Catur Piala Gubernur Chelyabinsk, Rusia, 2011

Juara 1 Sea Games di Myanmar 2013

Juara 3 Asian Indoor Martial Art Games di Korea Selatan 2013

Juara 3 Asian Indoor Martial Art Games di Turkmenistan 2017

Juara 2 Sea Games di Filipina 2019