Ini Cerita Lengkap Ayah Perkosa Tiga Anak di Luwu Timur, Hasil Visum sebut Luka di Kelamin dan Anus

Ini Cerita Lengkap Ayah Perkosa Tiga Anak di Luwu Timur, Hasil Visum sebut Luka di Kelamin dan Anus

Foto
Tiga Anak di Luwu Timur Jadi Korban Pemerkosaan oleh Ayahnya Sendiri (Foto: Ilustrasi)

Tiga orang anak menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh ayahnya sendiri di Luwu Utara pada Oktober 2019 lalu. 

Nah, bagi kalian yang penasaran dengan cerita lengkap ayah perkosa tiga anaknya di Luwu Utara, berikut Correcto.id rangkumkan untuk Anda.

Menemukan luka lebam di tubuh anak


Saat itu, si ibu membantu anaknya untuk mandi dan menemukan beberapa bekas luka lebab di paha anaknya. Si anak pun mengaku bekas luka itu karena jatuh, akibat kejar-kejaran dan si ibu menyarankan anaknya untuk lebih berhati-hati. 

Tak hanya luka lebab, perilaku anak pun berubah, lebih suka diam, sering mukul, muntal, pusih dan malas makan. 

Namun pada suatu malam, tepatnya awal Oktober 2019, anak bungsunya pun berteriak bahwa sang kakak kesakitan di bagian vagina. Tak tinggal diam, si ibu pun bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada anaknya. 

Awalnya sang anak ragu memberitahu kejadian itu kepada ibu. Hingga akhirnya ibunya berhasil membujuk dan menceritakan semuanya kepada ibu. Si sulung mengatakan bahwa ayahnya melakukan sesuatu kepada vaginanya. 

Lalu, si ibu juga bertanya kepada kedua anak lainnya, salah satu dari anak itu mengaku bahwa sang ayah melakukan sesuatu dibagian anusnya dan anak yang satunya juga mengaku mengalami hal yang sama.

Baca Juga: Ini Sosok Sang Ayah yang Perkosa Tiga Anaknya Ternyata Seorang ASN di Luwu Timur

Datangi Pusat Layanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Luwu Timur


Setelah mendengarkan cerita dari tiga orang anaknya, si ibu dan anak-anaknya mendatangi kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial Luwu Timur untuk mendapat perlindungan.

Si ibu pun menceritakan kronologinya kepada Kepala Bidang Pusat Pelayanan bernama Firawati dan mengaku kenal dengan suami ibu tiga orang anak tersebut. 


Bukan memprioritaskan mereka, pihak pusat layanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial Luwu Timur malah menghubungi terduga pelaku pemerkosaan, ayah tiga orang anak tersebut.  

Hal itu dilakukan untuk mempertemukan terduga pelaku dengan ketiga anaknya, membuktikan apakah mereka trauma bertemu dengan ayah mereka. 

Baca Juga: Kasus Tiga Anak Dibawah Umur yang Diperkosa oleh Ayahnya di Luwu Timur, Sempat Diabaikan Polisi

Dipaksa tandatangani BAP 


Saat proses penyelidikan di Polres Luwu Timur, sang anak tidak didampingi oleh penasehat hukum maupun dirinya sendiri sebagai ibu mereka. 

Bahkan saat itu, si ibu tersebut dipaksa untuk menandatangani BAP ketiga anaknya dan dilarang untuk membacanya.

Selang lima hari, Polres Luwu memberitahu perkembangan hasil penyelidikan, mengabarkan laporannya telah diterima dan akan diselidiki oleh Aipda Kasman. 


Kemudian si ibu mendatangi Polres Luwu Timur untuk bertanya hasi visum anaknya. Saat itu juga, si ibu memberikan satu celana dalam berwarna pink yang terdapat bercak darah atas inisiatifnya sendiri. 

Baca Juga: Tiga Anak yang Diperkosa oleh Ayahnya di Luwu Timur Ternyata Dibawah Umur 10 tahun

Pada 18 Oktober, polisi mengabarkan bahwa hasil visum dari Puskesmas dan menurut seorang penyidik tidak ditemukan apa-apa.


Hingga akhirnya si ibu mendapat ancaman dari mantan suaminya, terduka pemerkosaan. Jika ibu tersebut meneruskan proses pemeriksaan ke Makassar ia akan menghentikan nafkah bulanan kepada tiga anaknya.

Berangkat ke Makassar dapat keadilan


Di akhir Desember 2019, si ibu dan tiga anaknya pergi ke Makassar dengan menyetir mobil sendiri. Ia mengadu ke ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar. Lalu si ibu tiga orang anak tersebut, diberi rujukan agar melaporkan kasusnya ke LBH Makassar. 

Dari LBH Makassar lewat Koalisi Bantuan Hukum Advokasi Kekerasan Seksual terhadap Anak, menjadi penasihat hukumnya ketika kasus sudah dihentikan oleh Kepolisian Luwu Timur.