Ini Sosok Sang Ayah yang Perkosa Tiga Anaknya Ternyata Seorang ASN di Luwu Timur

Ini Sosok Sang Ayah yang Perkosa Tiga Anaknya Ternyata Seorang ASN di Luwu Timur

Foto
Tiga Anak di Luwu Timur Jadi Korban Pemerkosaan oleh Ayahnya Sendiri (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

Pemerkosaan terhadap tiga orang anak yang dilakukan oleh ayah mereka sendiri di Luwu Timur masih ramai diperbincangkan oleh publik. Berikut sosok ayah korban. 

Kabar pemerkosaan itu diketahui lewat unggahan akun Twitter @projectm_org yang menceritakan awal mula tiga orang anak jadi korban pemerkosaan oleh ayahnya sendiri pada Oktober 2019.  

Bagaimana sosok ayah tiga orang anak tersebut? Berikut Correcto.id rangkumkan untuk Anda.

ASN di Luwu Timur


Menurut keterangan yang dikutip dari projectmultatuli.or, ayah tiga orang anak tersebut bekerja sebagai aparatur sipil negara yang mempunyai posisi di kantor  pemerintahan daerah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Kasus Tiga Anak Dibawah Umur yang Diperkosa oleh Ayahnya di Luwu Timur, Sempat Diabaikan Polisi

Bertanggung jawab mengasuh anak


Meski ibu dari tiga orang anak dan sang ayah sudah bercerai, namun mantan suaminya itu masih ingin terlibat pengasuhan bersama. 

Mantan suaminya bebas untuk menjemput ketiga anaknya saat pulang sekolah serta memberinya uang jajan atau mainan. 

Baca Juga: Tiga Anak yang Diperkosa oleh Ayahnya di Luwu Timur Ternyata Dibawah Umur 10 tahun

Perkosa anak sendiri


Di awal Oktober, ibu tiga orang anak bertanya kepada anak sulungnya karena merasa kesakitan di bagian vagina. Hingga akhirnya di sulung mengakui perbuatan sang ayah kepada dirinya. 

Kemudian si ibu bertanya kepada dua anak lainnya, mereka mengaku bahwa sang ayah juga melakukan hal yang sama terhadap mereka.

Saat itu juga si ibu memeriksa anak-anaknya dan melihat ada luka di bagian vagina dan anus sang anak. Pada akhirnya, di pekan 2 Oktober 2019, si ibu membuat laporan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Polres Luwu Timur dan dilakukan penyelidikan.  

Namun pada 10 Desember 2019, polisi memberhentikan proses penyelidikan atas kasus pencabulan terhadap ketiga anak itu. Si ibu pergi ke Makassar untuk mendapat keadilan, dia bertemu LBH di Makassar yang segera mengirim surat ke banyak lembaga agar kasus diinvestigasi lagi. Hingga akhirnya di respon oleh Komnas perempuan.