Fakta Lengkap Hiu Berwajah Mirip Babi, Langka dan Hampir Punah

Fakta Lengkap Hiu Berwajah Mirip Babi, Langka dan Hampir Punah

Foto
Hiu Berwajah Mirip Babi dengan nama Angular Roughshark Ditemukan di perairan pulau Elba, Italia (foto: @isoladelbaapp/Newsflash via MIRROR)

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto hiu berwajah mirip babi. Dari hasil penelusuran, hiu itu ditemukan di perairan pulau Elba, Italia pada tiga pekan lalu. 

Dikenal sebagai Angular Roughshark

(Foto: featuredcreature.com)

Pasca ditemukan para pelaut di Italia dan merasa heran dengan wajahnya yang mirip dengan wajah babi, setelah diamati ternyata hiu berwajah babi tersebut adalah spesies hiu yang dikenal sebagai Angular Roughshark.

Baca Juga: Lagi! Pemancing Tangkap Ikan Aneh Mirip Kebab

Angular Roughshark yang memiliki rupa aneh membuatnya dikenal sebagai hiu berwajah babi. Angular Roughshark adalah spesies hiu yang tinggal di 2.300 kaki di bawah permukaan laut.

Hewan terancam punah

Angular Roughshark dengan nama latin Oxynotus centrina ternyata sudah sangat langka. Bahkan, hiu berwajah mirip babi ini pun masuk dalam daftar merah IUCN sebagai spesies hewan terancam punah.

Dilansir dari laman IUCN, angular roughshark adalah hiu laut dalam berukuran kecil, dengan panjang sekitar 150 cm. Persebaran hiu ini terdapat di wilayah perairan Timur Laut dan Samudra Atlantik Timur, serta di Laut Mediterania.

Baca Juga: Daftar Ikan Hias Populer di Tahun 2021, Berikut Gambarnya

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada tahun 2011, menunjukkan penurunan besar populasi Angular Roughshark hingga lebih dari 90 persen, yang telah didokumentasikan di Laut Mediterania antara tahun 1940/50-an hingga tahun 1990-an.

Penurunan populasi hiu berwajah babi ini juga tampak di perairan Atlantik Timur Laut. Secara keseluruhan, Angular Roughshark atau hiu berwajah mirip babi ini diperkirakan telah mengalami pengurangan populasi mencapai 50–79 persen. 

Baca Juga: Daftar Ikan Hias Air Laut Cantik dan Mudah Dipelihara

Penurunan populasi hiu berwajah babi yang langka ini terjadi setidaknya selama tiga generasi terakhir, atau selama 60 tahun, berdasarkan tingkat eksploitasi yang sebenarnya, dan dinilai sebagai A2d terancam punah.