Ini Cerita Saksi Mata saat Bocah 6 Tahun Dicongkel Matanya Demi Pesugihan

Ini Cerita Saksi Mata saat Bocah 6 Tahun Dicongkel Matanya Demi Pesugihan

Foto
Tangkap Layar Video Seorang Bocah Matanya Dicongkel oleh Keluarganya (foto: Facebook Bugismksr_)

Media sosial sedang dihebohkan dengan beredarnya video seorang bocah matanya dicongkel ibu kandung sendiri dibantu paman dan kakek neneknya. Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut cerita seorang mandor dan kepala lingkungan yang menyaksikan kelakuan ibu yang sangat kejam itu, sekira pukul 13.30 Wita, seorang mandor bernama Rudi (37) datang melayat ke rumah lokasi penganiayaan. Diketahui, ibu pelaku kekerasaan itu baru saja kehilangan putranya.

Baca Juga: Begini Kondisi Bocah 6 Tahun Usai Matanya Dicongkel Ibu Kandung Demi Pesugihan di Gowa Sulsel

Rudi yang sedang duduk di ruang tamu, tiba-tiba, dia melihat ibu korban H, sedang menidurkan korban yang tak lain putrinya sendiri berinisial AP (6). Dirinya pun sempat kaget saat melihat H seperti kesurupan dan mencongkel mata sebelah kanan korban dengan menggunakan jari tangan.

Aksi kejam itupun dibantu ayah korban berinisial T, dirinya memegang kedua tangan korban. Kakek korban berinisial B, juga membantu dengan memegang kedua kaki korban.

Ada pula seorang pria berbaju hitam yang memegang kepala korban. Rudi mengaku tak mengenalinya. Namun, belakangan diketahui kalau dia adalah paman korban berinisial S, yang merupakan adik kandung T.

"Assulukko, assulukko," perkataan itu didengar Rudi keluar dari mulut H. Kata itu adalah bahasa Makassar yang berarti "keluar".

Rudi mengatakan dirinya tak pernah mendengar kalau H dan T, kedua orang tua korban mengalami gangguan jiwa. Hal senada diungkap HM Dg Bella (64) yang merupakan Kepala Lingkungan Lembang Panai.

Baca Juga: Sebelum Mencongkel Mata Putrinya, Ibu di Gowa Sulsel Cekoki Putranya dengan Air Garam Hingga Tewas

Bella mengatakan, siang itu dia sedang duduk di teras rumah bersama dengan Babinsa dan beberapa warga. Mereka baru saja pulang dari pemakaman Dandy, kakak korban, putra pelaku.

Kemudian Bella melihat Bayu, paman korban berteriak memanggil warga. Dia menyampaikan bahwa H akan membunuh anaknya. Bella dan Babinsa bergegas masuk ke dalam rumah. Bella melihat T, ayah korban, sedang memegang kepala korban.

Alasannya, dia sedang mengobati anaknya karena ada sesuatu hal atau barang tidak baik di mata korban yang mau dia keluarkan. Bella lalu mengingatkan H agar berhenti mencongkel mata anaknya. Namun H tak mengindahkan. Babinsa lalu menarik H menjauh dari korban. Bella lalu mengambil korban.

Namun, saat Bella hendak keluar dari rumah, dia ditahan oleh nenek korban berinisial M, dengan cara memeluk Bella dari belakang. Untung seorang anggota TNI segera mengambil korban kemudian dilarikan ke RSUD Syekh Yusuf, Sungguminasa, Gowa. Sebagai kepala lingkungan, Bella mengaku tak pernah mengetahui kalau H dan suaminya T, mengalami gangguan jiwa.

Sementara pengakuan paman korban, Bayu, keluarganya diduga mengamalkan pesugihan dan korban dijadikan tumbal. Pasalnya kata dia, di rumah itu selalu dilakukan ritual-ritual aneh pada malam tertentu.

Polisi dari Polsek Tinggimoncong dan Polres Gowa lalu mengamankan 4 pelaku. H, T, B dan M. Sedang paman korban berinisial S, masih dalam pengejaran polisi. Dia meninggalkan rumahnya saat didatangi polisi.

Pada Kamis, 2 September 2021 sekitar pukul 23.00 Wita T dan istrinya H, dibawa ke RS Dadi Makassar untuk pengecekan dan pengobatan. Ini untuk memperjelas apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa.

Baca Juga: Demi Pesugihan, Keluarga Nekat Congkel Mata Gadis 6 Tahun di Gowa Sulsel

"Kita sementara menunggu hasilnya," ujar Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Boby Rachman.

Sementara itu, B dan istrinya M, untuk sementara masih dititip di Polsek Tinggimoncong.