Luar Biasa! Bekerja Sambil Kuliah, Anak Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik UNY

Luar Biasa! Bekerja Sambil Kuliah, Anak Buruh Tani Jadi Lulusan Terbaik UNY

Foto
Sosok Tri Wahyuni, Mahasiswi Lulusan Terbaik UNY yang Bekerja Sambil Kuliah (Foto: Dok.UNY)

Media sosial dibuat haru oleh seorang perempuan yang berasal dari Sleman menjadi lulusan terbaik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

Mahasiswi yang bernama Tri Wahyuni itu jadi lulusan terbaik pada jenjang D3 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,84. 

Bekerja sambil kuliah

Untuk mendapat prestasi tersebut tidaklah hal mudah bagi Tri Wahyuni. Karena dia harus membagi waktunya untuk kuliah dan bekerja. 

Tri Wahyuni harus kuliah sambil bekerja di salah satu toko bakpia mulai pukul 15.00-21.00 WIB. 

Setiap harinya, Tri Wahyuni harus menempuh perjalanan yang jauh dari rumahnya yang berada di Wates ke kampus di Kota Yogyakarta tersebut. 


Baca Juga: Sosok dan Fakta Lengkap Frederik Kiran Soekarno Seegers, Cucu Soekarno yang Berdarah 3 Negara

Semangat dan tidak mengeluh

Meski demikian, Tri Wahyuni tidak pernah mengeluh dan selalu bersemangat unutk kuliah dan bekerja. Bahkan perempuan kelahira 22 Oktober 1999 ini terus bersyukur dan mendapat dukungan dari teman-temannya. 

Dengan pendapatan yang diterima dari pekerjaannya, sosok Tri Wahyuni bisa membayar uang kuliahnya sendiri dan tidak perlu meminya kepada orang tua. 


Baca Juga: Cerita Mistis Anak Indigo Ungkap Sosok Gaib yang Mengikuti Soekarno dan Jokowi

Anak buruh tani

Orang tua Tri Wahyuni yang bernama Tugiyono dan Wagiyem bekerja sebagai buruh tani, namun mendukung sang anak untuk menempuh pendidikan.

"Saya tidak bisa baca tulis oleh karena itu saya akan melakukan segala cara agar anak saya bisa kuliah. Agar salah satu anak saya bisa pandai dan bisa mengubah nasib keluarga," ungkap Tugiyono, ayah dari Tri Wahyuni, dikutip dari laman UNY.

Oleh karena itu, saat lulus dari SMA tahun 2017, Tri Wahyuni sempat bekerja di sebuah restoran selama setahun. Mulai dari situ ia melanjutkan pendidikannya tahun 2018. 

Kurangnya biaya untuk mengikuti bimbingan belajar membuat Tri Wahyuni harus belajar secara individual lewat online.