Sosok dan Fakta Lengkap JT, Model Cantik Asal Malang yang Jadi Korban Fetish Mukena

Sosok dan Fakta Lengkap JT, Model Cantik Asal Malang yang Jadi Korban Fetish Mukena

Foto
Sosok JT, Korban Fetish Mukena yang Berasal dari Malang (Foto: Twitter)

Model cantik berinisial JT tengah menjadi perbincangan publik karena menjadi korban fetish Mukena di media sosial. Berikut sosok dan fakta lengkapnya. 

Sosok JT diketahu saat ini berumur 20 tahun. Ia merupakan seorang mahasiswa di salah satu universitas yang ada di Kota Malang. 

JT mencurahkan pengalamannya dengan membuat thread di akun Twitternya @jeehantz pada Senin, 16 Agustus 2021.

Penasaran dengan sosok dan fakta JT? Berikut Correcto.id rangkumkan untuk Anda. 

Ikut Kontes Kecantikan

Kejadian itu berawal saat JT mengikuti kontes kecantikan dan menjadi salah satu dari tujuh finalis, JT menceritakan lewat Twitter bahwa dirinya dihubungi sponsor yang merupakan online shop mukena. 

Saat itu, JT diajak untuk pemotretan layaknya job profesional sebanyak dua kali pada bulan Maret dan Juni.


Baca Juga: Awal Mula JT Jadi Korban Fetish Mukena, Ditawari Jadi Model Produk Olshop Griya Mukena Malang

Hasil foto tidak diunggah di Instagram mukena

Saat itu, sosok JT mulai curiga karena foto hasil pemotretannya tidak diunggah di akun Instagram online shop mukena tersebut. Namun hanya dibuat di Instagram Story.


Diunggah di Twitter Fetish

Berkat rasa penasarannya, JT pun akhirnya mengetahui bahwa hasil pemotretan tersebut diunggah di salah satu akun Twitter Fetish dengan nama selfie mukena. 

Setelah ditelusuri, kini akun tersebut telah dikunci. Tapi, terlihat bahwa akun tersebut sudah memiliki lebih dari 1.000 orang pengikut. 


Baca Juga: Fakta-fakta Mengejutkan Kasus Fetish Mukena di Malang, Banyak Model Cantik Jadi Korban dan Terjadi Sejak 2018

Banyak korban

Dalam threadnya, JT juga mengaku kaget karena sudah banyak korban dalam akun tersebut. Banyak perempuan memakai mukena lengkap dengan alamat media sosialnya. Untuk mengakhiri threadnya, JT berharap agar tidak ada lagi korban.