Ini Beberapa Rekomendasi Game Tembak-tembakan FPS yang Bisa Kamu Mainkan dengan Atasi Kebosanan

Ini Beberapa Rekomendasi Game Tembak-tembakan FPS yang Bisa Kamu Mainkan dengan Atasi Kebosanan

Foto
Ilustrasi Bermain Game (Sumber: Int)


Bermain game memang sangat menyenangkan. Memenangkan suatu game sampai ke level tertinggi menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Tetapi, ada kalanya rasa bosan menghinggapi gamer. Game yang seharusnya dimainkan untuk refreshing malah jadi membosankan.

Nah kali ini ada beberapa rekomendasi game yang dapat mengatasi kebosanan kamu selama di rumah, beberapa game tembak-tembakan FPS seperti Perang Dunia 2 yang akan memeriahkan hari-hri kamu.

1. Medal of Honor: Underground (2000)

Medal of Honor adalah pionir dari game tembak-tembakan FPS berlatar perang dunia 2-nya, maka sangat pas jika poin pembukanya, juga dibuka dengan game ke-2 dari seri MOH.

Secara grafis, tampilan 3 dimesinya memang tidak secanggih seperti seri-seri MOH atau game-game FPS PD2 sekarang ini. Namun pada zamannya, Medal of Honor: Underground sudah dianggap sangat keren dan realistis sekali.

Salah satu buktinya adalah dengan ditampilkannya beberapa misi menyamar (undercover) yang sangat intens. Sekali saja kita terlambat menunjukkan identitas palsu kita ke prajurit Jerman yang sedang bertugas, kita langsung dicurigai dan dimbobardir habis-habisan. Aspek tersebut tak dipungkiri terasa super realistis seperti yang dialami oleh kebanyakan prajurit misi menyamarnya dulu.

Baca Juga: Ini Daftar Game yang Bisa Kamu Mainkan Atasi Jenuh Saat PPKM Terus Diperpanjang

2. Call of Duty 2 (2005)

Call of Duty yang pertama yang dirilis pada tahun 2003, sukses mengejutkan banyak pemain dengan keseluruhan konsep yang sangat asyik dan realistis. Bahkan, banyak pemain yang langsung menggadang COD sebagi Medal of Honor baru.

Namun pernyataan tersebut menjadi tidak berarti sama sekali ketika sekuelnya ini, dirilis 2 tahun kemudian. Pasalnya, Call of Duty 2, melipatgandakan atau bahkan melipattigakan apa yang ada di game pertamanya dulu.

Mulai dari tampilan grafis yang lebih halus, suasana perang dunia yang jauh lebih tegang, hingga untuk pertama kalinya kita bisa menaikkan kembali nyawa darah kita dengan hanya menghindari tembakan musuh-musuh di sekitar.

3. Day of Defeat (2003)

Day of Defeat adalah hasil Mod dari game hit developer, Valve, Half-life (1998)?, dimana mod ini dibeli langsung oleh Valve yang kemudian merombaknya menjadi game berlatar PD2 ini.

Dan ketika hasil modifikasi game ini dirilis, Valve langsung mengkonsepkan Day of Defeat sebagai game multiplayer. Jadi bagi kamu yang suka main game PD2 sendirian, pastinya game ini bukanlah game yang cocok bagi kalian.

Walau demikian, Day of Defeat patut kalian mainkan setidaknya sekali dalam seumur hidup. Karena selain mengasah jiwa kerjasama (teamwork), juga game ini memiliki elemen-elemen keren yang sangat realistis.

Dua contoh dari aspek realistis tersebut adalah, kita tidak bisa menembak sambil melompat, dan bar stamina karakter yang kita mainkan ada titik lelahnya. Jadi karakter kita nantinya juga bisa kelelahan, dan baru bisa berlari lagi beberapa menit kemudian.

Baca Juga: Ini Game Online yang Bisa Menghasilkan Uang, Minat?

4. Battlefield V (2018)

Battlefield V yang selain kita bisa melakukan kustomisasi persenjataannya, juga di seri ke-5 dari franchise Battlefield ini, kita juga bisa melakukan pendekatan atau taktis berperang yang sangat realistis. Atau, seperti hal-nya para prajurit PD2 kala itu berstrategi. Dan engine FrostBite yang digunakan di dalam game ini, kian memperhalus dan juga, kian memantapkan ke-realistisan game-nya ini.

Baca Juga: Akibat Pandemi, Pemain Games Mobile Legends Habiskan 24 Triliun Tiap Minggu

5. Call of Duty: WWII (2017)

Game FPS berlatar Perang Dunia 2 yang tingkat keintensitasan dan kerelealistisannya benar-benar di luar nalar akal sehat kita. Karena seperti yang kita saksikan, baik tampilan grafis maupun konsep gameplay-nya, benar-benar luar biasa.

Memainkan Call of Duty WWII, sama saja seperti sedang menyaksikan film-film bertemakan sama seperti: Saving Private Ryan, Letter of Iwo Jima, dan sebagainya. Bahkan dalam salah satu misi penyamarannya pun, kini misinya sudah kian menegang.

Sedikit saja kita memberikan jawaban yang ambigu nan mencurigakan, maka bersiaplah untuk terus diinterogasi atau bahkan, dibedil habis oleh tentara penjaganya.