Nama Lionardi Syahputra masih menjadi buah bibir masyarakat setelah tewas saat kebakaran bengkel keluarga yang dibakar oleh pacarnya sendiri, Mery Anastasia.
Dalam kebakaran itu, Lionardi Syahputra dan kedua orang tuanya bernama Edy Syahputra (ayah, 66 tahun) dan Lilys Tasim (ibu, 55 tahun) tewas terpanggang.
Usai keluarganya tewas Cornelia Fransisca, adik kandung dari Lionardi Syahputra, menyampaikan curahatan hatinya dalam postingan Instagramnya @corneliafransisca terkait kematian kakak, ayah, dan ibu kandungnya.
Berikut Ini Isi Curhatannya.
"Saat ini saya seperti hidup dalam mimpi, ingin semua ini tidak nyata. Belum bisa percaya dengan apa yang menimpa keluarga kami. Tulisan ini saya persembahkan bagi mereka sebagai kenangan. Papa itu baik, tidak pernah marah, jarang sekali lihat papa marah bahkan saat kami buat kesalahan. Papa juga tidak pernah menghibur atau comfort kita kalau ada masalah. Papa lebih utamakan apa yg diinginkan dan dibutihkan anaknya. Beda dgn Mama yg bawal, tapi selalu tanamkan kpd kami utk jadi anak yg baik, jgn dendam dgn org jahat ke kita, karna itu tdk ada artinya" tulisnya, Sabtu malam (14/8/2021).
Lebih lanjut Sisca mengatakan bahwa kakaknya, Lionardi, adalah orang baik yang sangat sayang padanya, serta tidak pernah marah dan tidak pernah main tangan jika berkelahi dengannya. Bahkan dia mengatakan bahwa kakaknya suka membantu pelanggan di bengkelnya yang motornya mogok saat bengkelnya sudah di jam tutup.
"Walaupun mekanik sudah pulang dan bengkel sudah mau tutup, dia paling bawel untuk bantuin pelangan meski gak terlalu bisa pegang motor. Dia selalu berusaha bantu karena tahu bengkel lain udah pada tutup. Koko (kakak) hatinya baik dan suka menolong," ungkapnya.
Sisca mengungkapkan bahwa dirinya bingung dan sedih karena harus menjadi kepala keluarga saat ini setelah kematian kakak, ayah, serta ibunya.
"Saya begitu kuatir menghadapi semua ini, kehilangan 'RUMAH' sesungguhnya dalam kutip 'KELUARGA'. Tidak saja rumah terbakar, tapi dalam hitungan jam saya tidak ada lagi Papa, Mama, dan Koko yang bisa dipanggil," kata perempuan berusia 22 tahun itu.
Baca Juga: Ini Akun Instagram Mery Anastasia, Dokter Muda yang Nekat Membakar Bengkel Kelurga Pacarnya
Kemudian Sisca mengungkapkan bahwa dirinya bersama adiknya, harus bertahan hidup tanpa orang tua dan kakak tertua mereka. Tak cuma itu, mereka juga kehilangan rumah.
"Tidak ada kata-kata terakhir dari Papa, tidak sempat mendengar pesan terakhir dari Mama. Yang ada hanya suara teriakan mereka minta tolong: 'Toloooongggg, tolong kami' Papa Mama menjerit karna panas api yang terus menjilat," kisah Sisca, terkenang momen peristiwa tragis tersebut
Menurut Sisca, bahwa apa yang dilakukan oleh Mery Anastasia terhadap keluarganya sungguh keterlaluan.
"Mengapa ada orang yang begitu sampai hati membakar sesama manusia. Jika Kokoku ada salah, mengapa tidak mereka selesaikan baik-baik. Mengapa mereka buat kesalahan tapi keluarga kami yang dibakar. Tuhan ampunilah dosanya," ungkapnya.
Sisca mengungkapkan, bahwa pasca tragedi tersebut, ia dan adiknya begitu terpukul. Mereka mencoba tegar di hadapan orang-orang, namun tetap saja, peristiwa tersebut hari itu masih terngiang-ngiang di kepala mereka.
"Ya Tuhan, kami begitu ketakutan. Kami begitu trauma. Salah apa kami adik-adiknya sampai mau dibunuh dengan cara sekeji itu? Benar-benar gemetar kami kalau mengingatnya," ungkapnya.
Tak hanya itu, Sisca pun bingung bagaimana untuk melanjutkan usaha keluarga, sebab semua yang ada di bengkel mereka hangus terbakar.
"Kami sangat trauma, ketakutan dan sedih, karena hanya hitungan jam saja kami sudah menjadi anak yatim piatu, dunia kami berubah total," katanya.
Bahkan yang membuat dia semakin nestapa yakni setelah pemberitaan di media massa yang dia nilai telah menggiring opini yang menyudutkan keluarganya.
"Media begitu mudahnya menulis seolah-olah pihak keluarga kami yang bersalah. Padahal kehadian wanita kejam itu ketahuan hamil cuma satu hari dari dia membakar rumah kami," katanya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Umur Mery Anastasia, Dokter yang Membakar Bengkel Milik Calon Mertua
Menurut keterangan polisi, usia kehamilan Mery sendiri adalah 4 minggu.
"Mama saya baru tahu dia hamil diberitahu oleh Koko saya tanggal 5 Agustus pukul 10an malam. Dan mama bilang kalu hamili anak orang WAJIB tanggung jawab," lanjut Sisca.
Bahkan dalam curhatan tersebut Sisca mengungkapkan, bahwa melalui pengakuan kakaknya kepada ibunya, Mery mencoba meminta uang Rp300 juta atas kehamilannya.
"Koko saya bilang wanita itu minta 300 juta karna dia sudah hamil," tulis Sisca.
Bahkan Sisca, mengungkapkan dokter Mery dan Lionardi telah berpacaran selama dua tahun sebelum pembakaran bengkel tersebut. Namun Sisca, mengungkapkan hubungan keluarganya dengan Mery tidak dekat. Ia sendiri jarang berkomunikasi dengan Mery.
"Dua tahun dia pacaran dengan Koko, jujur kami tidak dekat. Tidak tahu mengapa kira jarang ngobrol, cuma sempat sekali dua kali pas saya sakit di bulan Januari sebelum saya sidang. Dan dia sebagai dokter menanyakan kabar dan mengarahkan saya yang saat itu takut kena COVID. Tapi puji Tuhan saya sembuh dan setelah itu kami tidak pernah berkomunikasi sama sekali," katanya.
Tak hanya memeras sebanyak Rp300 juta, Sisca juga menyebut bahwa Mery sempat ingin mengambilalih bengkel milik keluarga mereka.
"Saya ada dengar kalau dia minta 300 juta ke Koko karna dia hamil dan minta ambil alih bengkel dipegang dia dan Papa Mama diminta cari rumah sendiri dan setiap bulan dikasih jatah berapa duit untuk Papa Mama dan kami adik-adiknya," aku Sisca.