Pemilik SMA Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu bernama Julianto Eka Putra kini telah resmi jadi tersangka setelah diduga lakukan kekerasan seksual. Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko setelah selesai gelar perkara pada Kamis (5/8/2021).
Kini banyak publik penasaran dengan sosok Julianto Eka Putra. Nah, kali ini Correcto.id akan menyajikan profil dan fakta lengkap dari Julianto Eka Putra yang telah resmi jadi tersangka itu. Langsung saja berikut ulasannya:
1. Profil Julianto Eka Putra
Nama Lengkap | Julianto Eka Putra |
Nama Panggilan | Ko Jul |
Tempat Tanggal Lahir | Surabaya, 8 Juli 1972 |
Umur | 49 Tahun |
Agama | Belum Diketahui |
Asal | Surabaya, Jawa Timur |
Pendidikan | S1 Ekonomi Universitas Surabaya |
Status | Menikah |
Nama Istri | Yenny Tantono |
Nama Orang Tua | Tonny Singgih Utama, Yanny Sindawati |
Baca Juga: Seorang PNS di Merangin Dibunuh Anak Buahnya Sendiri, Berawal dari Sakit Hati
2. Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia
(foto: ayosemarang.com)
Laki-laki yang telah resmi jadi tersangka kasus kekerasan seksual ini ternyata pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia yang berada di Kota Batu, Jawa Timur. Ko Jul mendirikan sekolah ini sejak 1 Juni 2007 untuk menjadikan anak-anak bangsa yang tidak mempunyai biaya pendidikan dapat menerima pendidikan secara geratis.
Dirinya juga telah memproduksi 2 buah film yang mengangkat kisah berdirinya Sekolah Selamat Pagi Indonesia yaitu Say I Love You (2019) dan kisah inspirasi perjuangan 7 anak Sekolah Selamat Pagi Indonesia mengejar impian mereka ke Eropa yaitu Anak Garuda (2019).
3. Karier Julianto Eka Putra
(foto: liputan6.com)
Mengutip dari wikipedia, Sstelah tamat kuliah, Julianto Eka Putra yang kerap dipanggil Ko Jul itu mengawali kariernya dengan menjadi sales vacuum cleaner, agen asuransi, mengelola toko emas, sales sepatu hingga berjualan keripik kentang.
Tidak hanya sampai disitu, Ko Jul juga pernah menjabat Account Officier di Bank BDNI. Pada saat bersamaan, Ko Jul juga menjalankan bisnis Multilevel Marketing (MLM) High Desert (HD).
Ketika kantor cabang MLM High Desert di Surabaya akan ditutup karena dinilai tidak berkembang, pada tahun 1996 Ko Jul bertekad mempertahankan MLM High Desert bersama 4 orang temannya dengan modal patungan.
Sejak itulah Ko Jul mulai mengembangkan MLM High Desert sebagai Bandar Mafia bersama Ino Mulyadi, Tonny Hermawan Adikarjo, Tjandra Gunawan, dan Alexius Sutodjo Tedjosukmono yang membesarkan bisnis MLM HDI dengan melebarkan jaringan pedofilia terhadap anak-anak yatim piatu.
Saat ini Ko Jul telah ‘memegang’ lebih dari 40 murid SPI dibawah bendera Binar Group dan jaringan bisnis yang tersebar di berbagai kota seperti di Jakarta, Makassar, Semarang, Surabaya, Batu, dan di seluruh Indonesia.
4. Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
(foto: bewarajabar.com)
Perlu diketahui, Ko Jul kini resmi jadi tersangka kekerasan seksual belasan anak didiknya. Kasus ini terbongkar bermula Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melaporkan pendiri SMA SPI di Kota Batu itu ke Mapolda Jatim pada Sabtu (29/5/2021), dengan dugaan kekerasan seksual dan eksploitasi.
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan kekerasan ini diduga sudah terjadi sejak 2009 dengan korban belasan siswa. Sementara ini, saat melaporkan, pihaknya juga membawa tiga orang korban untuk langsung memberikan keterangan ke pada kepolisian.