Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil merebebut mendali emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020 setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dua set langsung 21-19 dan 21-15 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Senin (2/8/2019).
Kemenangan ini tak hanya membuat Greysia/Apriyani menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Dan juga berhasil mengukir sejarah baru setelah menjadi ganda putri pertama di Indonesia yang berhasil merebut medali emas di pentas Olimpiade Tokyo 2020.
Di luar perjuangan keduanya mengukir sejarah baru, ada nama Eng Hian sebagai pelatih yang menjadi juru kunci keberhasilan mereka.
Berikut Ini Profil Eng Hian.
Nama lengkap: | Eng Hian |
Tempat, tanggal lahir: | Surakarta, 17 Mei 1977 |
Usia: | 44 tahun |
Aktif bermain: | 1997-2006 |
Pasangan: | Muliyaningsih Baiin |
Akun Instagram: | @enghian |
Biodata Eng Hian.
Eng Hian merupakan pria kelahiran Solo, 17 Mei 1977. Semasa bermain, pria yang akrab disapa Didi itu menjadi andalan Indonesia di sektor ganda putra. Ia pertama kali berpasangan dengan Hermono Yuwoni di tahun 1997. Prestasinya pun tak terlalu baik, cuma runner up Hong Kong Open di tahun tersebut.
Setahun kemudian, Eng Hian berganti pasangan. Kali ini adalah Flandy Limpele yang menjadi pasangannya. Bersama Limpele, karier Eng Hian mulai menanjak. Korea Open 1999 menjadi gelar perdananya bersama Limpele. Setelah itu, Eng Hian/Flandy Limpele juga berhasil meraih juara di Denmark Open dan Malaysia Open 2000.
Prestasi membanggakan Eng Hian/Flandy Limpele tentu saja medali perunggu Olimpiade 2004. Saat itu, mereka mengalahkan wakil Denmark, Jens Eriksen/Martin Lundgaard dua gim langsung dengan skor 15-13 dan 15-7.
Antara tahun 2001 dan 2003, dia dan Flandy Limpele sempat pindah untuk bermain di Inggris. Eng Hian mengundurkan diri dari Pemusatan Latihan Nasional di Cipayung, Jakarta Timur pada 1 Februari 2006.
Usai pensiun, jasa Eng Hian kembali dibutuhkan oleh PBSI. Tepatnya pada 2014, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih ganda putri. Ujian pertamanya itu, Eng Hian berhasil membawa Greysia/Nitya Krishinda mendapat medali emas Asian Games di Incheon.
Karier Eng Hian naik. Ia ditunjuk sebagai pelatih kepala ganda putri di tahun 2016. Eng Hian juga menjadi orang yang meyakinkan Greysia untuk tidak pensiun usai Olimpiade 2016. Ia masih yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak asuhnya itu.
Greysia Polii dan Apriyani, dia pun sudah sukses membawa mereka meraih gelar juara di turnamen Yonex Thailand Open 2021. Ini juga menjadi gelar pertama keduanya sejak digabungkan sekaligus rekor dalam sejarah Superseries Premier atau Super 750/1000, Indonesia berhasil meraih gelar juara pada Ganda Putri.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi juara setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai di Impact Arena, Bangkok, Minggu, 17 Januari 2021.
Dan kini dia berhasil membawa handa putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil merebebut mendali emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, dan berhasil menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Dan juga berhasil mengukir sejarah baru setelah menjadi ganda putri pertama di Indonesia yang berhasil merebut medali emas di pentas Olimpiade Tokyo 2020.