Cerita Mistis Mak Nonoh Asal Desa Girijaya, Mampu Menyebuhkan Penyakit Gangguan Jin dan Ingin Menurunkan Ilmunya

Cerita Mistis Mak Nonoh Asal Desa Girijaya, Mampu Menyebuhkan Penyakit Gangguan Jin dan Ingin Menurunkan Ilmunya

Foto
Mak Nonoh Warga Desa Girijaya (foto: sukabumiupdate.com)

Di Kampung Hegarmanah, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, ada salah satu warga banyak menyimpan cerita mistis, namanya Mak Nonoh. Wanita yang telah berusia 120 tahun ini kerap dimintai untuk mengobati orang yang diganggu jin dan sebagainya.

Mak Nonoh yang punya 5 anak, 12 cucu dan 10 cicit ini mengaku ikhlas membantu warga yang butuh pertolongannya. Dirinya kerap mengobati orang yang kesurupan, penyakit ringan tapi tak sembuh-sembuh, hingga susah brojol atau melahirkan karena alasan non medis.

Baca Juga: Cerita Mistis Rumah Kosong di Ngagel Jaya Surabaya, Konon Dihuni Beragam Hantu Usil

Akibat kemampuannya itu, Mak Nonoh sering didatangi atau dipanggil orang dari luar desanya untuk minta bantuan. Menurut Nohoh dengan pertolongan Allah, melalui air dan sarana lainnya yang ia gunakan insyaallah bisa sembuh. Namun Ia menyerah jika ada yang datang mengaku kena teluh atau santet.

Nonoh mengaku selalu berusaha komunikasi dengan makhluk yang mengganggu pasiennya. Setelah berdoa dan menaburkan kemenyan, ia berusaha meminta mahluk halus yang mengganggu untuk pergi.

Baca Juga: Cerita Mistis Angel Lelga, Mengaku Pernah Disantet hingga Muntah Kain Kafan

Mak Nonoh mengatakan, kemanpuannya itu dia dapat tidak berguru, melainkan  mendapatkannya dari keluarga yaitu almarhum ayahnya. Dan sekarang dirinya ingin menurunkan ilmu itu, namun dirinya bingung kepada siapa akan diberikan karena menurut pantauannya belum ada yang siap.

Baca Juga: Cerita Mistis Penggali Kubur Covid-19 di Purwakarta, Mendengar Suara Misterius dari Tanah yang Digali

Sekarang Emak juga siap menurunkan kemampuan ini, tapi keturunan belum ada yang siap, harus di bulan mulud (Maulid) dan umurnya harus sudah 60 tahun,” ungkap Nonoh.

Ia sendiri baru bisa membantu "pengobatan" warga sejak usia 90 tahun. Nonoh butuh waktu 30 tahun untuk belajar setelah ilmu pengobatan itu diturunkan oleh ayahnya.