Polisi Tembak Seorang ASN yang Berprofesi Satpol PP Setelah Curi Sepeda Motor di Sumut

Polisi Tembak Seorang ASN yang Berprofesi Satpol PP Setelah Curi Sepeda Motor di Sumut

Foto
Ilustrasi Pencuri Sepeda Motor Ditangkap (Sumber: Internet)


Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dibekuk polisi karena telah mencuri sepeda motor. Aksinya tersebut diketahui warga.

Oknum ASN bernama Akhyan (38)  yang berdinas di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu terpaksa ditembak jajaran Polres Asahan lantaran melawan dan mencoba kabur saat akan ditangkap.

Baca Juga: Pencurian Motor di Kebun, Korban: Saya Kira Pemburu, Ternyata Maling

Kejadian itu berawal Akhyar bersama temannya, Dogol mencoba mencuri sepeda motor Yamaha Vixion di Kompleks Perumahan Griya Kisaran Permai di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Senin (5/7/2021) sekitar pukul 18:50 WIB.

Saat itu dia mendorong sepeda motor curianya, namun saat ingin membobol sepada motor tersebut dengan kunci T, aksinya pun diketahui dan kemudian ditangkap warga. Dan melaoporkan kejadian tersebut ke Polres Asahan.

“Mendapat informasi Jatanras melakukan penangkapan terhadap ke dua pelaku. Namun pelaku yang diketahui bernama Akhyar mencoba melawan petugas dan terpaksa diambil tindakan tegas dan terukur,” ujar Kasatreskrim Polres Asahan AKP Rahmadani, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Kronologi Pemuda di Sukabumi Gagalkan Aksi Pencurian di Rumahnya, Dipukul hingga Ditendang

Lebih lanjut Rahmadani mengatakan bahwa aksi yang dilakukan ASN ini bukan pertama kali. Pada 2012 Akhyar pernah melakukan aksi pencurian serupa dan pernah dihukum.

"Dia juga sudah beberapa kali melakukan curanmor. Sudah pernah dihukum 1 tahun melakukan di Asahan juga," lanjutnya.

Baca Juga: Viral Modus Pencurian di Depok dengan Menggeser Tas

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan satu set kunci T. dan akan dibawa ke Polres Asahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dan satu pelaku akan dilakukan pengejaran.

"Pelakunya ini dua orang. Satu lagi berhasil lolos, ini masih kita kejar, sudah didapat identitasnya," ujar Ramadhani.