Fakta-fakta Penggunaan Ivermectin di Dunia, Turunkan Kasus Covid-19 di Zona Merah hingga 97 Persen

Fakta-fakta Penggunaan Ivermectin di Dunia, Turunkan Kasus Covid-19 di Zona Merah hingga 97 Persen

Foto
Ilustrasi kasus Covid-19 di Dunia

Masih jadi perdebatan, fakta penggunaan Ivermectin di dunia akhirnya terungkap. Disebutkan bahwa penggunaan Ivermectin berhasil turunkan kasus Covid-19 di zona merah hingga 97 persen 

Penasaran dengan fakta lengkapnya? Berikut correcto sajikan untuk Anda mengutip data-data yang diuraikan oleh Sofia Koswara, Chairwoman Frontline Covid-19 Critical Care (FLCCC) Alliance Indonesia.  

Uji coba penggunaan Ivermectin pada pasien Covid-19 


Sofia Koswara dalam sebuah diskusi terbatas dengan para dokter dan peneliti menceritakan pengalamannya dan data terkait penggunaan Ivermectin di dunia. Dari hasil uji coba selama waktu tertentu terbukti bahwa hasil penggunaan  Ivermectin cukup baik.    

"Sejak  September 2020 hingga Mei 2021, membagikan sekitar 414 ribu tablet. Hasilnya sekitar 50 persen untuk yang sembuh dan 50% untuk pencegahan. Hasilnya sangat bagus, rata-rata kesembuhan itu antara hari ke-7 hingga ke-10," kata Sofia Rabu 23 Juni 2021.        

Penggunaan Ivermectin di India


Sofia juga mengungkapkan temuan fakta terkait penggunaan Ivermectin di India. Menurutnya, saat India dalam kondisi parah terserang wabah corona, Ivermectin berhasil menurunkan kasus covid-19 di beberapa wilayah negara tersebut, salah satunya di Delhi hingga 97 persen. 

"Terbukti pembagian massal Ivermectin untuk penanganan covid-19 sudah ada di 15 negara. Yang terakhir itu adalah negara India, di mana Ivermectin menyelamatkan India dengan dibagi massal selama 5 hari berturut-turut dan hasilnya 97 persen kasus Covit-19 di Delhi lenyap dalam waktu lima minggu," ungkapnya.         

Penggunaan Ivermectin di Peru


Selain India, Sofia juga ungkapkan fakta penggunaan Ivermectin di Peru. Dirinya mengungkapkan bahwa penggunaan Ivermectin di Peru lewat dekrit presiden berhasil menghilangkan kasus Covid-19 di 8 provinsi yang berstatus zona merah. 

"Terus, saya juga mau berbagi pengalaman negara lain (dalam penggunaan Ivermectin). Di Peru pertama-tamanya 8 provinsi merah semua. Ketika Presiden Peru mengeluarkan dekrit (penggunaan Ivermectin untuk corona) juga penuh perdebatan. Dekrit presiden melakukan (penggunaan Ivermectin) di 8 provinsi itu kasusnya langsung drop," jelasnya.           

Penggunaan Ivermectin di Afrika


Selain itu, Sofia juga menerangkan kasus yang terjadi di Afrika. Dirinya menemukan fakta bahwa sekitar 31 negara yang tidak mengkonsumsi Ivermectin mengalami kasus Covid-19 yang sangat tinggi. Sementara 28 negara Afrika lainnya yang rutin konsumsi Ivermectin tercatat mengalami kasus Covid-19 yang minim. 

"Negara Afrika mengalami masalah parasit dan cacing sangat tinggi. Riset dari African Country, 31 negara Afrika yang tidak bisa memakai Ivermectin itu sangat tinggi covidnya. Di 28 negara Afrika yang biasa pakai Ivermectin sangat rendah kasus covidnya," katanya.  

Penggunaan Ivermectin di Indonesia


Melengkapi pemaparannya, Sofia juga ungkap fakta penggunaan Ivermectin di Indonesia. Dirinya mengungkap pengakuan seorang dokter yang telah menggunakan Ivermectin kepada pasien Covid-19 terbukti berhasil 90 persen menyelamatkan pasien. 

 "Mengenai pengalaman di Indonesia, saya menginterview yang telah memakai Ivermectin selama satu tahun. Jadi dia pakai Ivermectin yang cair, dia rawat sekitar lima ratusan pasien semuanya sembuh dalam waktu seminggu, tidak semua tapi sekitar 90 persen. hasilnya sangat bagus.