KPAI Meminta Pemerintah Daerah Perkuat Layanan Perlindungan Anak di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

KPAI Meminta Pemerintah Daerah Perkuat Layanan Perlindungan Anak di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Dedi Sutiadi
2021-06-16 16:10:44
KPAI Meminta Pemerintah Daerah Perkuat Layanan Perlindungan Anak di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar pemerintah setiap daerah untuk memperhatikan hak anak dalam situasi wabah covid-19. KPAI meminta agar sektor perlindungan anak diperkuat di tengah lonjakan kasus covid-19 di Indonesia. 

Kepala Divisi Pengawasan Monitoring dan Evaluasi (Kadivwasmonev) KPAI, Jasra Putra menerangkan bahwa banyak kasus dilapangan pasien coid-19 yang memiliki anak membawa serta anaknya saat melakukan perawatan. Menurutnya ini berarti bahwa sejak pasien covid-19 dibawa dan dirujuk karena Covid, dirinya belum menemukan layanan dukungan untuk anaknya, karena kekhawatiran ketika di tinggal.

Baca juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama, KASAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang Dianggap Mumpuni Jadi Panglima TNI

"Rumah sakit saat ini sedang butuh dukungan sektor lainnya. Dalam memastikan ketersediaan layanan rujukan perlindungan anak sementara, ketika orang tua antri mendapatkan perawatan," ungkap Jasra Putra Kadivwasmonev KPAI dalam keterangan tertulisnya. 


Menurutnya penyediaan layanan perlindungan anak bagi mereka yang orang tuanya terkena covid-19 adalah kebutuhan mendesak saat ini. Mengutip data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jasra mengatakan bahwa angka kematian anak meningkat 50% selama masa COvid-19. Ini artinya ancaman kematian itu nyata bagi anak-anak dan harus segera ditangani dengan langkah pemberian fasilitas perlindungan anak. 

"IDAI juga mengingatkan angka kematian anak yang meningkat 50 % selama pandemi. Tercatat 600 anak meninggal selama pandemi. Bahwa anak yang diperkirakan jauh dari pandemi, tapi pada kenyataannya juga tertular," ungkapnya. 

Baca juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, Calon Panglima TNI yang Punya Loyalitas

Sebab itu menurutnya ancaman kematian itu nyata bagi anak-anak di tengah lonjakan kasus covid-19 nyata adanya. Kondisi ini harus segera ditangani dengan langkah cepat pemberian fasilitas perlindungan anak. 

"Data 600 anak meninggal dunia selama pandemic menjadi alarm kita semua," ungkap Jasra. 


"Beberapa fasilitas rujukan anak perlu ditambah dalam antisipasi angka lonjakan penularan, seperti di video antrian RS Wisma Atlet, bahwa ada kebutuhan di tengah orang tua mengantri sambil membawa anak dan menggendong anak. Memastikan akses kebutuhan anak, minimal ketersediaan dapur hangat, dapur nutrisi dan tempat istirahat sementara," sambungnya.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00