Kisah Seram Dusun Ngagklik yang Buat Pejabat dan Bidan Tidak Berani Masuk, Konon Akan Ketimpa Sial

Kisah Seram Dusun Ngagklik yang Buat Pejabat dan Bidan Tidak Berani Masuk, Konon Akan Ketimpa Sial

Foto
Dusun Ngaglik (Istimewa)


Indonesia tak hanya terkenal dengan budaya dan alamnya saja, tapi juga karena misteri-misterinya. Berbicara misteri, Indonesia memang punya banyak hal yang unik dan misterius yang mungkin belum benar-benar bisa dipecahkan. 

Salah satunya yakni misteri dusun Ngaglik Desa Kedungasem Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang tak berani dimasuki oleh kalangan aparatur sipil negara (ASN) dab Bidan. Hal itu dikarenakan jabatan copot, kecelakaan atau kesialan lainnya akan datang.

Mitos yang dipercaya oleh warga Desa Kedungasem ini membuat banyak orang takut untuk berurusan dengan berbagai hal yang terkait dengan Dusun Ngaglik.

Hal itu membuat, meski ada ibu akan melahirkan di dusun ini, bidan akan berpikir dua kali untuk mendatanginya. Itu membuat, warga dusunlah yang harus mengantarkannya ke bidan untuk membantu proses kelahiran.  

Salah seorang tokoh masyarakat dari Dusun Ngaglik bernama Sukarjan mengaku bingungan dengan mitos yang dipercayai warga tersbbut. Menurutnya, kalau orang sudah mengaku beragama, mestinya paham kalau nasib itu sudah kehendak Tuhan Yang Maha Esa, bukan karena masuk ke wilayah suatu desa.

Baca Juga: Cerita Mistis Rumah Angker di AS, Dihuni Hantu Nenek yang Suka Masak hingga Tak Laku Dijual

“Segala sesuatu atas kehendak Allah SWT. Kalau cuma masuk Ngaglik saja menjadikan pangkat dicopot kan nggak mungkin, “ kata Sukarjan, dikutip dari Okezone, Kamis (10/6/2021).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa banyak pegawai pemerintah yang menolak masuk Dusun Ngaglik. Bahkan, Ibu melahirkan di desa lain rutin dijenguk dan dilayani bidan. Namun  ibu-ibu di dusun ngagklik tidak mendapatkan pelayanan seperti itu.

“Kami juga ingin memperoleh pelayanan yang sama, masak akan begini terus sampai anak cucu kelak. Tolonglah, yang masuk akal, “ katanya.

Bahkan dia mengatakan saat ada proyek bantuan pemerintah, pegawai yang akan monitoring dan evaluasi lebih memilih datang ke Balai Desa Kedungasem. Untuk cek lokasi, biasanya diwakilkan kepada perangkat desa.

“Pernah ada bantuan sumur. Pegawainya di balai desa, lalu kameranya dititipkan pak perangkat desa. Perangkat desa yang ngalahi datang ke sini, “ ujarnya.

Baca Juga: Cerita Mistis Makam Suro di Jepon Blora, Dicap Angker dan Warga Kerap Diganggu Makhluk Gaib

Tak hanya aparat pemerintah, rasa takut masuk Dusun Ngaglik juga menghinggapi para pekerja seni dan pelaku usaha lain. Sehingga warga yang ingin punya hajat di dalam dusun ini, tidak pernah ada grup seni tayub maupun ketoprak yang berani tampil.

Lebih parah lagi tukang penggergajian kayu ketika ada warga Dusun Ngaglik berniat memotong kayu meminta supaya kayu diangkut keluar dusun dulu.

“Saya sendiri mengalami mas. Kayu saya angkut keluar dusun. Kan akhirnya harus tambah anggaran untuk angkutan, tambah tenaga, tambah waktu. Jadi nggak hemat. Itu baru soal mau motong kayu lho, belum yang lain, “ ujarnya.

Kejadian ini pernah dilaporkan warga Dusun Ngaglik kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Saat itu Bupati berjanji akan datang ke Dusun Ngaglik bersama para pejabat untuk mengkampanyekan bahwa Ngaglik tidak seseram yang dibayangkan. Namun, hingga kini hal itu belum ada sama sekali.

“Waktu di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sumber, Pak Bupati janji begitu. Langsung saya sampaikan kepada masyarakat. Warga ya seneng, tapi nyatanya juga belum ada datang ke sini. Pak Bupati kan kiai, masak nggak berani, “ katanya.

Baca Juga: Cerita Mistis Nora Alexandra Mengaku Kerap Bicara dengan Pohon

Sukarjan berharap agar mitos masuk Dusun Ngaglik ketiban sial perlahan bisa hilang. Jika mitos terus terjadi, maka dusunnya akan sulit maju. 

“Yang sana-sana sudah berlarian, sini kok masih jalan di tempat. Kita juga pengin setara, “ ujarnya.

Meski begitu, lanjut Sukarjan, mengatakan ada sisi positif terkait mitos tesebut. Dimana, hingga kini tidak ada warga Dusun Ngaglik kemalingan karena diduga pelaku kejahatan juga takut masuk ke dalam kampungnya. Bahkan Sukarjan menyebut Dusun Ngaglik seperti memperoleh dispensasi kriminal.

“Motor lupa ditaruh di luar rumah sampai pagi ya aman-aman saja. Sisi positifnya itu, dispensasi kriminal, karena maling takut masuk sini, “ ujarnya.