Hampir semua orang pasti pernah merasakan yang namanya patah hati. Patah hati adalah pengalaman yang sangat menyakitkan. Kita tentunya tidak ingin merasakan lagi kondisi tersebut.
Patah hati terjadi ketika merasa kehilangan sesuatu atau kehilangan seseorang yang kita cintai. Misalnya, ketika kehilangan anggota keluarga, hewan peliharaan, orang yang penting untuk hidup kita, pekerjaan, dan lain-lain.
Patah hati dapat menyebabkan stres berat, terutama bila kejadiannya mendadak. Stres yang timbul dapat memengaruhi emosi dan fisik. Bahkan, butuh waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan tahunan untuk kembali pulih dari patah hati.
Baca Juga: Wajib Dicoba! Ini Obat Batuk Alami yang Dijamin Ampuh untuk Batuk Kering dan Berdahak
Sudah banyak penelitian yang mengkaji apa yang terjadi di dalam tubuh saat patah hati. Semua orang dapat memiliki respons yang berbeda. Beberapa orang ada yang merasakan tidak semangat, tidak berenergi, termasuk tidak nafsu makan.
Saat seseorang mengalami patah hati, kelenjar adrenal akan mengelarkan hormon kortisol dan adrenalin yang memicu stress. Kuantitasnya bervariasi, namun dipastikan akan menyebabkan rasa sedih dan tertekan karena kehilangan pasangan.
Baca Juga: Tips Cuan Investasi Properti di Tengah Pandemi Covid-19, Anti Gagal
Patah hati juga membuat tubuh mengeluarkan reaksi tidak normal. Bagian sistem imun menjadi tidak stabil sehingga kamu gampang mengalami meriang.
Hormon kortisol tadi juga akan membuat asam lambung naik, sehingga membuatmu kehilangan nafsu makan. Otak memasuki mode pertahanan dan memerintahkanmu tetap kenyang, padahal sebenarnya perut tak berisi.
Studi pada 2010 yang dimuat dalam Journal of Neurophysiology menyatakan patah hati bisa membuat otak mengirimkan rasa sakit ke sekujur tubuh, dan membuatmu menderita seperti orang sakaw narkoba.
Baca Juga: Arti Sebenarnya Mimpi Bertemu Presiden Jokowi, Tak Terduga Tapi Bagus Maknanya
Penurunan hormon kebahagiaan seperti dopamine dan oxytocin akan digantikan oleh hormon stress, yaitu hormon kortisol. Akibatnya, susah tidur dan tidak nafsu makan jadi gejala orang yang patah hati.
Hormon adrenalin yang keluar saat tidak dibutuhkan juga akan membuat kamu merasa sesak napas, pegal, dan jantung berdebar kencang. Cara mengatasinya adalah berusaha menenangkan diri, ngobrol dengan teman dan membiarkan waktu mengobati lukamu.