Penjelasan Kapolda Papua Soal 2 Anggota Satgas Nemangkawi Terluka dalam Baku Tembak dengan Teroris KKB

Penjelasan Kapolda Papua Soal 2 Anggota Satgas Nemangkawi Terluka dalam Baku Tembak dengan Teroris KKB

Foto
Ilustrasi Satgas Nemangkawi Baku Tembak dengan Teroris KKB (foto: berbagai sumber)

Dalam baku tembak antara Satgas Nemangkawi dengan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, dikabarkan dua anggota Satgas Nemangkawi terluka dan tewaskan seorang anggota teroris KKB Papua. Hal ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri.

Fakhiri menjelaskan, dalam baku tembak yang terjadi di Kampung Wuloni, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (13/5/2021) itu, ada dua anggota yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi terluka terkena rekoset.

Baca Juga: Respons Presiden AS dan Rusia soal Konflik Israel-Palestina

Menurut Kapolda, kondisi mereka stabil karena terkena rekoset di tangan dan tubuh bagian belakang. Rekoset adalah peluru yang memantul setelah ditembakkan.

Dalam baku tembak yang terjadi Kamis pagi tercatat seorang anggota KKB tewas di sekitar Kampung Wuloni, yang letaknya relatif cukup jauh dari Ilaga.

Baca Juga: Sadis, Empat Debt Collector Tabrak dan Keroyok Nasabah Hingga Masuk Rumah Sakit

"Lokasi kontak senjata jauh dari Ilaga dan anggota berhasil mengamankan berbagai barang bukti, termasuk dokumen dan bendera Bintang Kejora," kata Fakhiri.

Mathius mengatakan Satgas hingga kini masih belum berhasil menguasai markas KKB di kawasan itu. "Belum sepenuhnya dikuasai. Namun, anggota sudah melakukan penyekatan."

Baca Juga: Puluhan Pemuda di Makassar Bentrok di Jalan, Bikin Warga Teriak Histeris

"Yang pasti kami berupaya agar KKB tidak masuk Ilaga, kemudian memisahkan mereka dari masyarakat," kata Mathius.

Mathius menegaskan saat ini seluruh anggota Satgas Nemangkawi bersiaga usai kontak senjata antara aparat dan KKB dilaporkan telah menewaskan Lesmin Waker.