Fakta-fakta Selo, Bocah Empat Tahun Yang Selamat Setelah terkubur Lumpur Selama 5 Jam di NTT

Fakta-fakta Selo, Bocah Empat Tahun Yang Selamat Setelah terkubur Lumpur Selama 5 Jam di NTT

Foto
Selo Anak Umur 4 Tahun Terendam Lumpur Banjir Bandang Selama 5 Jam (Foto:Tangkap Layar)

Selo, seorang balita berusia empat tahun di Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT selamat usai terkubur lumpur selama 5 jam. Berikut ini fakta-faktanya.

Pasalnya Selo, seorang bocah yang berusia 4 tahun menjadi viral banget di sosial media. Hal ini dikarenakan dirinya selamat dalam kejadian banjir bandang yang sempat terjadi di NTT.

Baca Juga: Penjelasan Polisi soal Motif Pembakaran Helikopter oleh KKB di Bandara Aminggaru

Berikut fakta-fakta Selo, bocah 4 tahun yang selamat dari banjir badang NTT dirangkum correcto.id dari berbagai sumber:

1. Selo Masih Berusia 4 Tahun


Diketahui banjir bandang yang terjadi di NTT memang membuat netizen dan seluruh warga Indonesia sedih. 

Namun Selo yang masih berusia 4 tahun justru menjadi viral ketika ia selamat dari musibah tersebut lantaran dirinya tersangkut kayu.

2. Selo Terendam Lumpur Selama 5 Jam


Saat terjadi bencana ternyata Selo juga sempat hanyut karena arus dari banjir bandang NTT. Hal tersebut membuat dirinya harus bertahan dan sempat terendam selama kurang lebih 5 jam.

3. Sempat Tersangkut Dibatang Pohon


Tak disangka ketika dirinya sedang terseret arus banjir bandang NTT. Bocah yang berusia 4 tahun ini tertolong berkat sebuah dahan pohon dan tersangkut disana.

4. Terendam lumpur dan hanya kepalanya yang tersisa


Usut punya usut rupanya pada saat Selo ditemukan oleh tim pencarian, hal yang paling mengejutkan adalah dimana bocah berusia 4 tahun tersebut tertimbun lumpur banjir bandang NTT. Namun tidak sepenuhnya, hanya badannya saja dan kepalanya masih bebas. 

Baca Juga: KKB Papua Tinggalkan Surat di Lokasi Heli yang Dibakar, Isinya Menantang

5. Berteriak opa ketika dipanggil namanya


Lebih lanjut rupanya sang ayah awalnya sudah pasrah dan hanya ingin menemukan jasad dari Selo saja. 

Namun Tuhan berkata lain, ketika ayahnya memanggil namanya, sang anak pun menjawab dengan kata-kata opa dan langsung mencari sumber suara tersebut. 




Share to: