Fakta-fakta Fenomena Hujan Es yang Guyur Wilayah Jogja, Ini Penjelasan BMKG

Fakta-fakta Fenomena Hujan Es yang Guyur Wilayah Jogja, Ini Penjelasan BMKG

Yuli Nopiyanti
2021-03-03 20:57:51
Fakta-fakta Fenomena Hujan Es yang Guyur Wilayah Jogja, Ini Penjelasan BMKG
Fakta-fakta fenomena hujan es yang guyur wilayah Jogja

Fakta-fakta fenomena hujan es yang guyur wilayah Jogja, ini penjelasan BMKG. Diketahui bahwa fenomena hujan es terjadi di sejumlah kawasan di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak dua hari terakhir.

Mengenai adanya fenomena ini Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan hujan es merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Biasanya hujan es akan muncul bersamaan dengan hujan lebat yang terjadi.

"Hujan es adalah fenomena alam biasa yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat," ujar Reni.

Baca Juga:  Cara Terhindar dari Virus Corona Baru B117 asal Inggris yang Telah Masuk Indonesia

Lebih lanjut Reni juga menjelaskan fenomena hujan es terjadi saat udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi. Hal itu maka berpengaruh pada pemanasan bumi yang intensif akibat radiasi matahari.

Berikut fakta-fakta hujan es di Jogja dilansir correcto.id dari berbagai sumber:

1. Apa penyebab hujan es?


Sigit menjelaskan, hujan es adalah fenomena alam biasa yang terjadi bersamaan dengan hujan lebat. 

Saat udara hangat, lembab dan labil terjadi di permukaan bumi maka pengaruh pemanasan bumi yang intensif akibat radiasi matahari akan mengangkat massa udara tersebut ke atas/atmosfer dan mengalami pendinginan.

Setelah terjadi kondensasi akan terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb).

"Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level. Freezing level ini terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yg cukup besar," ujarnya.

2. Tak Terkait Badai Tropis


Ditegaskan Reni, fenomena hujan es ini tidak ada hubungannya dengan badai tropis di selatan pulau Jawa. Pasalnya hujam es dapat terjadi di wilayah sub tropis maupun tropis.

"Dapat juga terjadi di wilayah perkotaan maupun di dataran tinggi dan yang terpenting di wilayah tersebut tumbuh awan CB (cumulonimbus). Jika ada awan CB, kemudian kondisi dinamika atmosfer mendukung, maka hujan es dapat terjadi," tandasnya.

3. Ciri terjadinya fenomena hujan es


Sigit menjelaskan beberapa ciri sebelum terjadinya fenomena hujan es di antaranya,

- Hujan es biasa terjadi pada musim pancaroba atau sekitar Maret, April

Baca Juga: Mengenal Gejala Baru Virus Corona B117 Asal Inggris, Ternyata Berbeda dengan Covid-19

- Hujan yang terjadi tidak merata atau bersifat sporadis lokal

"Karena di bulan Maret biasanya tanda-tandanya sudah ada seperti pancaroba, cuaca panas, suhu meningkat, cuaca cenderung cerah dan terik kemudian hujan yg terjadi tidak merata bersifat sporadis lokal," katanya.

- Biasanya akan terjadi siang hingga sore hari


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00