Fakta-fakta Film Animasi Nussa yang Dituding Radikal dan Intoleran
Foto
Film Animasi Nussa telah dituding bermuatan ajaran radikal dan intoleran oleh pegiat media sosial, Denny Siregar. Berikut fakta-faktanya. Foto: Instagram

Fakta-fakta Film Animasi Nussa yang Dituding Radikal dan Intoleran

Film Animasi Nussa telah dituding bermuatan ajaran radikal dan intoleran oleh pegiat media sosial, Denny Siregar. Berikut fakta-faktanya.

Terdampak Pandemi Covid-19

Nussa yang identik dengan kartun Islami sebenarnya telah berhenti karena kena dampak pandemi Covid-19.

Pernyataan itu dikatakan oleh ustaz Felix Siauw dalam unggahan Instagram pribadinya di @felixsiauw, dikutip pada Selasa 5 Desember 2020.

Baca Juga: Biografi dan Profil Lengkap Agama Ribka Tjiptaning, Anggota DPR RI yang Menolak Vaksin

Felix menuturkan, pandemi Covid-19 yang hampir setahun menerpa Indonesia ini berdampak bagi para tim kreator Nussa. 70 persen karyawan diberhentikan pada Mei 2020.


Felix yang dikenal dekat dengan HTI ini mengungkap, Nussa juga harus batal tayang karena kondisi yang tak memungkinkan. Pada libur lebaran tahun lalu mestinya film Nussa juga selesai digarap.

"Berita datang lagi, seharusnya @filmnussa bisa diselesaikan di libur lebaran 2020, bukan hanya mundur sebab pandemi, tapi dibatalkan buat ditayangkan, sebab kondisi nggak memungkinkan. Situasi tambah nggak menentu. Saya tetep bilang ke mereka buat sabar," terang dia.

Animasi Nussa yang dituding radikal dan intoleran

Seorang pegiat media sosial, Denny Siregar, menuding animasi anak Nussa didalangi oleh anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Felix Siauw. Pernyataan ini dikatakannya dalam akun Twitter pribadinya pada Senin 11 Januari 2021.

Dalam statusnya, tudingan tersebut dilandasi karena pakaian yang dikenakan oleh tokoh utama animasi, Nussa. Menurut Denny, Nussa seperti menggunakan pakaian khas gurun pasir. Padahal karakter Nussa adalah anak Indonesia. Menurutnya, pakaian asli anak dan masyarakat Muslim Indonesia adalah sarung.

Tidak tanggung-tanggung, pegiat media sosial ini mennadai sutradara kondang, Angga Dwimas Sasongko untuk berhati-hati agar tidak menjadi jembatan propaganda HTI.

"Mas @anggasasongko apa gak paham ya, kalau pilem Nusa ini yg bidani Felix Siaw ?. Liat aja bajunya si Nusa, emang anak muslim Indonesia bajunya model gurun pasir gitu ? Setau saya, dari dulu kita sarungan deh," jelasnya.

Menanggapi cicitan Denny, akun sutradara @anggasasongko milik Angga Dwimas Sasongko, menjelaskan proses produksi animasi Nussa tidak melibatkan pemuka agama. Ia juga menyebut banyak pihak profesional yang terlibat dalam animasi ini dan tidak satu pun ada keterlibatan Felix Siauw.

"Mas Denny, pada proses kreatif dan produksi tidak ada keterlibatan pemuka agama. Cerita dan skenario film ini digarap Skriptura, divisi IP Development Visinema Group. Produksi animasinya oleh The Little Giantz dan distribusi dan promosinya oleh Visinema Pictures," balas Angga di akun Denny.

Angga juga menyebut semua pihak yang terlibat dalam animasi Nussa dan salah seorang di antaranya adalah istri Angga sendiri.

"Yang saya gak paham cerita bahwa Felix Siauw ada di balik film Nussa itu dari mana? Produsernya isteri saya, @anggiakharisma. Penulis skenarionya 2 penulis saya di Visinema," tuturnya.

Film Nussa Bakal Tayang

Pendakwah Felix Siauw mengungkap, film Nussa yang rencana bakal ditayangkan di bioskop pun harus batal tayang karena kondisi yang tak memungkinkan. Pada libur Lebaran tahun lalu mestinya film Nussa juga selesai digarap.

Beralih ke waktu-waktu menjelang akhir tahun, Felix menjelaskan bahwa cobaan bagi Nussa tak kunjung usai.

Ia mengatakan segala upaya telah dilakukan secara maksimal, namun akhirnya tetap tak menuai hasil yang diharapkan.

Reaksi KPI Film Nusa Dituduh Radikal dan Intoleran

Menanggapi film Nussa yang dituduh radikal dan intoleran, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti mengatakan tidak ada hal seperti yang dituduhkan.

Menurut Retno, isu keberagaman yang dinilai pihak kontra dari segi pakaian pemeran utamanya yang menggunakan gamis dan adiknya yang mengenakan jilbab. Serta teman sekolah dan ibu Nussa yang juga menggunakan kerudung.

"Mungkin perlu didalami ke produser dan penulis skrip, apakah film ini memang segmen yang disasar adalah yang beragama Islam atau bagaimana. Karena kalau pesan moral film ini bagus untuk anak dan memunculkan karakter positif, maka seharusnya segmennya semua anak Indonesia, tanpa melihat agamanya," terang Retno.

"Semoga di film utuhnya ada pemeran lain yang berbeda agama dan mereka saling menghormati. Kalau lihat Ipin Upin kan penuh dengan warna keberagaman ya, bahkan ada yang Chinese, India, meski pemeran utama Ipin Upin dalam film dikisahkan beragama Islam. Film layar lebar untuk anak patut diapresiasi karena sudah jarang," tambah Retno.

Baca Juga: Fakta-fakta Indah Permatasari yang Disebut Nursyah Tak Lagi Ikuti Ajaran Islam

Sekedar informasi, Nussa adalah sebuah serial animasi Indonesia yang diproduksi oleh studio animasi The Little Giantz dan 4Stripe Productions. Animasi ini ditayangkan pada layanan berbagi-video YouTube sejak November 2018 . Animasi ini sudah pernah tayang melalui dua saluran televisi gratis/FTA Indonesia NET. selama Ramadan 1440 H/2019 M, Indosiar sejak Oktober 2019 dan saluran berbayar Malaysia Astro Ceria di tahun yang sama.

MQTV, sebuah stasiun televisi lokal di Kota Bandung, juga menyiarkan serial ini mulai tanggal 24 Februari 2020. Pada bulan Ramadan 1441 H/2020 M, serial ini pindah ke saluran televisi gratis/FTA Indonesia Trans TV.



Tag :

fakta Film Animasi NussaFilm Animasi Nussa dituding radikalFilm Animasi Nussa intoleranFilm Animasi Nussa dituding intoleran dan radikalanimasi nussa dan raranussa rara intoleranfilm nussa gagal tayang

Artikel Terkait :

  • Sososk Budi Said, Pengusaha yang Menang Gugatan Emas Melawan Antam

  • Situasi Sumedang Pasca Tanah Longsor, 38 Orang Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Hilang

  • Daftar 16 Golongan Masyarakat yang Tak Dapat Vaksin Covid-19

  • Jadi Tersangka Video Syur, Gisel Minta Kerjaan ke Raffi Ahmad


  • Share to: