Tak Mau Buka Aib Keluarga, Adisti Ayu Wulandari Pilih Penjarakan Ibunya

Tak Mau Buka Aib Keluarga, Adisti Ayu Wulandari Pilih Penjarakan Ibunya

Ahmad
2021-01-11 11:56:26
Tak Mau Buka Aib Keluarga, Adisti Ayu Wulandari Pilih Penjarakan Ibunya
Adisti Ayu Wulandari memilih memenjarakan ibunya karena tak mau buka aib keluarga. Foto: Twitter

Adisti Ayu Wulandari memilih memenjarakan ibunya karena tak mau buka aib keluarga.

Ayu, yang merupakan panggilan akrab dari Adisti Ayu Wulandari ini merupakan gadis cantik asal Banjarsari, Demak, Jawa Tengah yang penjarakan ibunya, Sumiyatun (36) dikarenakan telah menjadi korban penganiayaan ibunya.

Ditambah, sang ibu telah terbukti berselingkuh dengan laki-laki lain. Akibatnya, kedua orang tua Ayu harus bercerai.

Pernyataan ini datang gadis cantik yang berusia 19 tahun ini melalui sebuah klarifikasi yang membuat dunia maya heboh.


Baca Juga: Fakta-fakta Adisti Ayu Wulandari, Anak yang Penjarakan Ibunya

Berikut penjelasan Ayu sebagaimana yang ia sampaikan dalam videonya:

"Saya Adisti Ayu Wulandari, mungkin di luar sana, para netizen dan rekan-rekan sekarang lagi ramai dengan berita anak durhaka yang telah melaporkan ibu kandungnya sehingga terancam penjara.

Perlu saya jelaskan mungkinkah seorang anak memenjarakan seorang ibu, jika ibunya tidak keterlaluan?

Ini pertanyaan dasar.

Mohon dijawab di hati.

Dan jujur mengapa saya melaporkan ibu saya.

Pertama, karena saya tidak ingin membuka ibu saya dan aib keluarga saya.

Saya hanya ingin mencari keadilan. Karena keadilan itu ada di hukum.

Sehingga mudah-mudahan keadilan ini bisa saya dapatkan.

Baca Juga: Adisti Ayu Wulandari, Anak yang Penjarakan Ibunya di Banjarsari Berikan Klarifikasi

Saya mahasiswa semester I dan punya dua adik.

Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran dan hikmah bagi kita semua.

Khususnya kepada orangtua saya, yaitu ibu saya.

Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Agama Adisti Ayu Wulandari, Gadis Cantik yang Penjarakan Ibunya

Mudah-mudahan ibu saya yang melahirkan saya bisa intropeksi.

Dan jangan malu meminta maaf karena menyebarkan berita bohong dan berita dusta.

Sekali lagi, bagaimanapun, walaupun saya mencari keadilan, mencari penegakan hukum, saya tetap menganggap ibu saya adalah ibu saya.

Ibu saya yang telah melahirkan saya.

Tetapi Allah memerintahkan kita agar kita mendapatkan keadilan dari negara, juga mendapatkan keadilan dari negara.


Sekali lagi saya mohon maaf.

Saya tidak bisa mengumbar dan membuka aib keluarga saya.

Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pak Dedi Mulyadi yang telah mendamaikan.

Baca Juga: Gadis Cantik di Banjarsari Sebut Penjarakan Ibunya Demi Keadilan

Mohon maaf bapak saya tidak bisa mencabut, saya mencari keadilan."

Sebelumnya, mahasiswa semester satu di salah satu kampus di Jakarta ini melaporkan Sumiyatun yang merupakan ibu kandungnya ke kepolisian setelah mengalami luka di pelipis kiri dan hidung.


Share :