Cerita Misteri Pohon Randu Alas di Selogiri Wonogiri, Konon Memiliki Sejumlah Penunggu

Cerita Misteri Pohon Randu Alas di Selogiri Wonogiri, Konon Memiliki Sejumlah Penunggu

Ekel Suranta Sembiring
2020-12-28 17:10:00
Cerita Misteri Pohon Randu Alas di Selogiri Wonogiri, Konon Memiliki Sejumlah Penunggu
Pohon Randu Alas di Selogiri Wonogiri (foto: Solo Pos)

Pohon randu alas yang berada di antara Dusun Nambangan dan Ngepos, Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, memiliki cerita misteri.

Kedua pohon yang terletak di permakaman itu berukuran sangat besar dan tinggi. Pohon tersebut diyakini ada sejak zaman penjajahan Belanda, jauh sebelum jembatan lama Nambangan dibangun.

Baca Juga: Cerita Mistis Tanjakan Batu Babi Jalur Cirebon-Kuningan, Dihuni Sosok Perempuan dan Pernah Menawari Pejabat

Warga sekitar, Sukirman, mengatakan tidak ada warga yang tahu kapan pohon tersebut tumbuh. Saat lingkungan mulai ditempati warga, pohon itu sudah ada.

Dia menduga dua pohon yang sudah jarang ditemukan di wilayah lain tersebut ada sejak zaman penjajahan Belanda. Artinya, usia pohon randu alas di Desa Nambangan, Selogiri, Wonogiri itu sudah lebih dari 100 tahun.

Sukirman menyebut kedua pohon itu bukan sembarang pohon. Warga meyakini meyakini pohon dihuni sejumlah “penunggu” tak kasat mata. Kendati demikian “penunggu” pohon itu selama ini tidak pernah mengganggu warga.

Baca Juga:  Kisah Mistis Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Padang, Alami Kejadian Aneh ini

Cabang pohon tersebut banyak yang tumbuh melintang di atas jalan. Hingga saat ini belum pernah ada pengguna jalan atau warga yang tertimpa cabang pohon yang patah.

Dahulu ada cabang pohon yang patah lalu menimpa jembatan lama. Jembatan rusak, tetapi tidak ada yang menjadi korban.

“Penunggu” hanya akan menunjukkan sesuatu jika ada bagian dari pohon randu alas di Desa Nambangan, Selogiri, itu diambil orang. Sukirman menceritakan, dahulu tetangganya pernah mengambil tanaman bunga anggrek yang menempel di pohon randu alas. Lalu tanaman itu ditanam di dekat rumahnya. Tak lama kemudian anak-anaknya dan anak-anak tetangganya tersebut tak bisa tidur karena badan panas.

“Setelah bunga anggrek dikembalikan ke tempatnya semula semua kembali baik-baik saja,” ucap Sukirman.

Dia melanjutkan, sejak Oktober 2020 lalu proyek fisik pembangunan jembatan lama di dekat pohon randu alas dikerjakan. Suatu ketika kontraktor berniat menebang sejumlah cabang pohon.

Baca Juga: Cerita Mistis Benteng Belanda Gunung Putri di Lembang, dari Penampakan Gaib hingga Suara Misterius

Cabang pohon randu alas di Desa Nambangan, Selogiri itu perlu ditebang agar alat berat bisa masuk ke area proyek. Lalu pihak kontraktor bersama warga dan sesepuh menggelar tirakat/ritual “meminta izin” di dekat pohon yang akan ditebang cabangnya pada malam hari. Keesokan harinya penebangan dilakukan.

“Alhamdulillah penebangan berjalan lancar. Waktu itu banyak warga yang menyaksikan proses penebangan. Saya dan warga lain heran ada orang yang berani menebang pohon randu alas itu. Saya rasa yang menebang itu enggak mungkin “kosongan”. Pasti punya “sesuatu”,” ulas Sukirman.


Share :

HEADLINE  

Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00


Review Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Horor Klasik yang Makin Matang

 by Frida Tiara Sukmana

March 23, 2026 11:00:00


Irma Novita Jadi ‘Mak’ di Na Willa, Refleksi Pola Asuh Otoriter

 by Frida Tiara Sukmana

March 21, 2026 17:00:00