Fakta Alasan Mensos Risma Hapus Bantuan Tunai jadi Elektronik

Fakta Alasan Mensos Risma Hapus Bantuan Tunai jadi Elektronik

Ahmad Diponegoro
2020-12-24 13:41:32
Fakta Alasan Mensos Risma Hapus Bantuan Tunai jadi Elektronik
Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau Risma membuat gebrakan sesaat setelah resmi menjabat sebagai Menteri Sosial dengan menghapus bantuan tunai dan digantikan dengan bantuan elektronik. Foto: Instagram/rismaharini

Menteri Sosial, Tri Rismaharini atau Risma membuat gebrakan sesaat setelah resmi menjabat sebagai Menteri Sosial dengan menghapus bantuan tunai dan digantikan dengan bantuan elektronik. Ini beberapa faktanya.

Dalam hal ini, Risma mengatakan bantuan secara elektronik sengaja dilakukan untuk menghindari adanya penyelewengan dalam bantuan sosial yang dikucurkan oleh Kementerian Sosial.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Pernah Sebut Mampu Vaksinasi 16 Juta Masyarakat per Bulan

Dengan begitu, para bantuan tersebut sampai ke penerima sosaial, kata Wali Kota Surabaya itu tanpa adanya orang ketiga.

Pernyataan itu dikatakan Risma setelah melakukan serah terima jabatan dari Plt Menteri Sosial, Muhadjir Effendy kepada dirinya di Kementerian Sosial, di Jakarta, Rabu, 23 Desember 2020.

"Kita tidak akan ada bantuan kas, jadi bantuan langsung kita akan hapus semua transaksi online, jadi tidak perlu ketemu dengan siapapun dan uang itu akan dikelola dengan transparan. Kami menggunakan Teknologi dan Informasi sehingga bisa dilihat siapapun," ungkap Risma.

Baca Juga: Eks Mensos Juliari Batubara Tegaskan Gibran Tak Terlibat Korupsi Bansos, Ini Buktinya

Risma yang juga masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya itu juga saat ini masih mempelajari masalah yang ada di Kementerian Sosial. Ke depannya, dia menhatakan akan memaksimalkan teknologi dan informasi sehingga semuanya bisa terpadu.

"Kalau pengalaman saya membetulkan data asal tidak ada inputan baru itu cepat sekali," ujarnya.

Risma juga akan menggandeng pihak ketiga yakni Perguruan Tinggi sebagai evaluator dalam mempermudah kebijakan-kebijakan yang akan diambil selama dirinya menjabat sebagai Menteri Sosial.

"Kita akan kerja sama dengan Perguruan Tinggi untuk mengecek itu, kami bukan tidak percaya tapi perlu ada pengawasan," ungkapnya.

"Makanya kita kebut, sebetulnya dengan program dengan elektronik kita akseskan dengan kependudukan itu mereka akte kematian, data kematian. Data itu bisa sinkron. Seringkali mereka pindah kalau bisa updating data di daerah lebih cepat maka kami bisa lebih cepat," ungkap Risma.


Share :