Fakta paling baru mulai muncul ke permukaan dalam penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu 25 November 2020 di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang usai tiba dari kunjungan ke Amerika Serikat (AS).
Penangkapan Edhy Prabowo dikarenakan dugaan korupsi ekspor benih lobster atau benur.
Lebih lanjut, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan, saat penangkapan, Edhy Prabowo tengah bersama dengan keluarga dan sejumlah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang juga ikut diamankan KPK.
Baca Juga: Daftar Kekayaan Edhy Prabowo yang Baru Saja Ditangkap KPK, Capai Rp 7,4 M
Bersama Menteri Edhy Prabowo, total ada 17 orang yang diamankan lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, tepatnya pada pukul 01.23 WIB.
Berikut fakta paling baru tertangkapnya Menteri Edhy Prabowo oleh KPK atas dugaan korupsi benih lobster.
1. Dugaan Korupsi Eskpor Benih Lobster
Penangkapan terjadi, dikarenakan Menteri Edhy Prabowo diduga melakukan korupsi terkait ekspor benih lobster atau benur.
Ghufron mengatakan, saat ini Menteri Kelautan dan Perikanan berserta rombongannya, tengah menjalani pemeriksaan intensif di gedung KPK. Setelah itu, mereka akan digelandang ke markas antirasuah.
Dibutuhkan waktu 1×24 jam untuk KPK dapat menentukan status hukum Edhy Prabowo dan mereka yang turut diamankan.
2. Usai Kunjungan ke Amerika Serikat
Edhy Prabowo ditangkap pada Rabu dini hari 25 November 2020 di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng. Usai kepulangannya dari Amerika Serikat.
"Benar jam 01.23 dini hari di Soetta," ujar Ghufron ketika dikonfirmasi, Rabu (25/11/2020)
Ia ke Negeri Paman Sam tersebut bertujuan untuk menghadiri acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-5, sejak Kamis, 19 November 2020.
Ketika itu, ia mengabarkan dirinya tengah berada di Konsulat Jenderal RI di Los Angeles, Amerika Serikat.
Sebelum keberangkatannya, ia sempat berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bahwa dirinya hendak terbang ke Hawaii untuk urusan di sektor perikanan.
3. Pegawai KKP Ikut Diamankan
Tak hanya Edhy Prabowo, KPK juga mengamankan keluarga serta beberapa pegawai di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Baca Juga: Sepak Terjang Edhy Prabowo Sebelum Ditangkap KPK Akibat Benih Lobster
4. 17 Orang Diamankan
Total ada 17 orang yang diamankan Tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada Rabu 25 November 2020.
Penangkapan terhadap 17 orang tersebut dilakukan di Jakarta, Depok, dan Bandara Soekarno-Hatta.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan belasan orang lainnya diamankan lantaran diduga terlibat tindak pidana korusi penetapan izin ekspor benih lobster atau benur.
5. Ditangkap Lebih Dari 3 Kasatgas KPK
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penangkapan terhadap Menteri Edhy Prabowo berdasarkan penugasan resmi dari pimpinan KPK. Bahkan, KPK menerjunkan lebih dari tiga kasatgas dalam operasi ini.
"Kegiatan ini dilakukan oleh tim KPK atas penugasan resmi dengan menurunkan lebih tiga Kasatgas, baik penyelidikan dan penyidikan, termasuk juga dari JPU yang ikut dalam kegiatan dimaksud," ujar Ali.
Ali mengatakan, salah satu kasatgas yang terjun menangkap Menteri Edhy Prabowo adalah Novel Baswedan.
"Salah satu Kasatgas tersebut benar Novel Baswedan," kata Ali.