Cerita Mistis Patok Soekarno Jatibarang Indramayu, Pernah Dicabut dan Diganggu oleh Makhluk Gaib

Cerita Mistis Patok Soekarno Jatibarang Indramayu, Pernah Dicabut dan Diganggu oleh Makhluk Gaib

Ekel Suranta Sembiring
2020-11-11 18:03:46
Cerita Mistis Patok Soekarno Jatibarang Indramayu, Pernah Dicabut dan Diganggu oleh Makhluk Gaib
Patok Soekarno Jatibarang Indramayu (foto: dharmaayunagari)

Sebuah patok kayu jati yang berada di Taman Bunderan Jatibarang, Indramayu, tepatnya persis berada di sebelah selatan Stasiun Jatibarang, menyimpan cerita mistis. Pasalnya, masyarakat sekitar enggan mengusik patok tersebut.

Diketahui, patok kayu jati itu sebagai bukti bahwa Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pernah menginjakkan kaki di Jatibarang Indramayu.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 6 Lokasi di Lampung Terkenal Angker dan Mencekam

Oleh masyarakat sekitar, patok kayu jati berbentuk prisma segitiga dan piramida di bagian atasnya tersebut dinamakan Patok Soekarno. Karena memang sebagai kenang-kenangan atau penanda kedatangan Ir. Soekarno ke Jatibarang.

Menurut salah satu masyarakat bernama Kuntarso (60), sebelumnya patok tersebut awalnya bukan terletak di lokasi yang sekarang berada. Namun, berada di lokasi yang sekarang menjadi jalan raya.

Baca Juga: Cerita Mistis Gua Panji Landung di Bali, Sering Dijadikan Tempat Cari Umbi Kekebalan

Kuntarso menceritakan, dirinya tidak ingat betul kapan kejadiannya. Namun dari cerita yang berkembang di masyarakat, patok tersebut pernah dicabut karena ada proyek jalan. Saat dicabut, Patok Soekarno itu tidak langsung dipindahkan, melainkan dibawa pulang oleh seseorang.

Kemudian, orang yang membawa patok tersebut merasa diganggu oleh makhluk supranatural. Bahkan dalam mimpi pun kerap diganggu.

Baca Juga: Cerita Mistis Anak Indigo saat Main ke Pantai Kuta, Sebut Beberapa Kawasan Memiliki Hal Mistis

"Katanya, orang yang membawa patok itu didatangi sama makhluk halus," jelasnya.

Kuntarso melanjutkan, sosok tersebut ternyata meminta agar patok tersebut dikembalikan lagi ke tempatnya semula. Hingga akhirnya, patok itu ditanam kembali di tempatnya yang sekarang.

Akibat cerita yang berkembang tersebut, lanjutnya, masyarakat pun tidak ada yang berani untuk mengusiknya, apalagi mencabutnya. Karena itulah, kondisinya dibiarkan terbengkalai. Bahkan, kayunya sampai bolong di bagian bawah akibat pengeroposan.

Sumber: Times Indonesia


Share :

HEADLINE  

Clairmont Kembali Laporkan Codeblu, Klaim Rugi Miliaran Rupiah

 by Frida Tiara Sukmana

February 14, 2026 15:00:00


Dari Indonesia ke Asia, Estetika Retro Ardhira Putra Jadi Sorotan

 by Miftakhul Hasanah

February 06, 2026 16:30:00


Mengenal Theresia Agustina Sitompul, Seniman Partisipan Art for Sumatra

 by Miftakhul Hasanah

February 06, 2026 13:15:20


Howard Smith x Muklay, Saat Kecepatan Bertemu Ekspresi Seni

 by Miftakhul Hasanah

January 29, 2026 22:15:00