5 Hewan Aneh dan Unik di Jepang, Salah Satunya Spider Crab

5 Hewan Aneh dan Unik di Jepang, Salah Satunya Spider Crab

Ekel Suranta Sembiring
2020-11-10 16:13:38
5 Hewan Aneh dan Unik di Jepang, Salah Satunya Spider Crab
Kelinci amami (foto: Wikipedia)

Jepang merupakan salah satu negara yang berada di Asia Timur yang punya kekayaan fauna yang luar biasa. 

Dilansir World Atlas, tercatat bahwa lebih dari 80 ribu spesies hewan dikonfirmasi hidup di Jepang. Terdapat sekitar 130 jenis mamalia darat dan lebih dari 600 spesies burung. Beberapa di antaranya ada yang terlihat aneh dan unik lho!

Bagi kamu yang belum pernah lihat hewan aneh dan unik di Jepang, yuk langsung saja simak berikut ini!

Baca Juga: 6 Hewan di Dunia Terlihat Indah dan Unik, Jarang Ditemui Lho!

1. Spider crab


Spider crab (foto: Youtube)

Banyak orang yang mengatakan bahwa spider crab tergolong salah satu hewan terseram yang ada di Jepang. Bagaimana tidak, mereka adalah arthropoda terbesar yang ada di bumi. Dengan panjang kaki lebih dari satu meter, jika direntangkan mereka bisa berukuran lebih dari 3,8 meter. 

Walaupun terlihat seperti monster, spider crab ternyata cukup jinak. Mereka lebih suka berada di dasar laut dan menutupi diri dengan karang dan hewan lain. Kamu bisa menjumpai hewan ini di lepas pantai selatan Honshu. 

2. Hiu goblin


Hiu goblin (foto: jpnn)

Hiu goblin termasuk salah satu fosil berjalan yang ada di dunia. Julukan itu diberikan kepada hewan-hewan prasejarah yang masih hidup hingga saat ini. Diduga spesies hiu ini sudah ada sejak 125 juta tahun yang lalu. 

Sebenarnya hiu goblin juga bisa ditemui di luar Jepang. Namun mereka lebih sering menampakkan diri di wilayah negara tersebut. Hiu goblin hidup jauh di bawah permukaan laut, yaitu di kedalaman 1.200 meter. Ciri khasnya adalah gigi yang bergerigi seperti kawat, moncong yang panjang, serta mata yang tajam.

Baca Juga: 5 Serangga Punya Bentuk Aneh dan Unik

3. Ayam pegar hijau (green pheasant)


Ayam pegar hijau (green pheasant) (foto: Shooe)

Tergolong satwa endemik, ayam pegar hijau dinobatkan sebagai burung nasional Jepang. Utamanya, mereka bisa dijumpai di daerah Honshu, Kyushu, dan Shikoku. Ciri fisik yang khas dari unggas ini adalah bulu berwarna hijau di bagian dada dan panggulnya.

Di Jepang, tidak semua orang bisa menangkap ayam ini. Hanya mereka yang memiliki izin berburu yang diizinkan oleh pemerintah. Itu pun dibatasi hanya dua burung jantan per hari. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kepunahan ayam pegar hijau.

4. Kelinci amami


Kelinci amami (foto: Wikipedia)

Jika biasanya kelinci memiliki telinga yang panjang, lain halnya dengan kelinci amami. Mamalia asal Jepang ini mempunyai telinga dan kaki yang pendek. Ini karena mereka adalah sisa-sisa kelinci purba yang pernah menghuni daratan Asia.

Ciri khas lain yang dimilikinya adalah tubuhnya besar dan ditutupi oleh bulu berwarna cokelat tua yang tebal. Kakinya juga dilengkapi dengan cakar yang kuat, tidak seperti kelinci pada umumnya. 

Baca Juga: 5 Burung di Dunia Punya Bentuk Aneh dan Unik, Sudah Perlah Lihat?

5. Salamander raksasa Jepang


Salamander raksasa Jepang (foto: japanesestation)

Salamander biasanya bukan hewan yang menakutkan karena ukurannya tergolong kecil, seperti kadal. Namun lain halnya dengan satu jenis salamander endemik Jepang ini. Mereka dinamakan salamander raksasa karena panjang badannya bisa mencapai 1,9 meter. Tak heran jika hewan ini dinobatkan sebagai amfibi terbesar kedua di dunia. 

Salamander raksasa ini memiliki kulit berwarna cokelat kehitaman untuk membantunya berkamuflase di dasar sungai. Walaupun besar, mereka tetap memakan hewan-hewan kecil seperti serangga, ikan kecil, dan katak. Kamu bisa menjumpainya di sungai bagian utara Kyushu dan bagian barat Honshu.

Sumber: IDN Times


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30