Ternyata Sosok Ini Dibalik Kejayaan Khabib Nurmagomedov

Ternyata Sosok Ini Dibalik Kejayaan Khabib Nurmagomedov

Alpandi Pinem
2020-11-01 21:43:52
Ternyata Sosok Ini Dibalik Kejayaan Khabib Nurmagomedov
Khabib Nurmagomedov (Istimewa)


Khabib Nurmagomedov resmi pensiun dari profesinya sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA). Keputusan itu diumumkan usai mengalahkan Justin Gaethje, Minggu (25/10/2020).

Khabib Nurmaagomedov punya catatan kemenangan di ajang tarung bebas profesional sebanyak 29-0. Artinya, Khabib tidak pernah kalah sepanjang kariernya. Petarung asal Dagestan itu memulai kariernya di tahun 2008. Di tahun 2012, dirinya baru bergabung ke UFC dan sebanyak 13 kali bertanding.

Khabib tercatat sebagai petarung yang tak pernah kalah di UFC. Dia juga memegang rekor sebagai petarung yang paling banyak melakukan bantingan dalam sekali duel, serta tiga kali mampu mempertahankan sabuk juara kelas ringan.

"Khabib layak mendpat predikat GOAT (Greatest Of All Time). Dia petarung terbaik sepanjang masa," kata Presiden UFC, Dana White.

Khabib meninggalkan UFC tanpa noda. Dirinya cuma pernah kalah dua ronde selama di UFC. Mau bertarung stand up, Khabib bisa. Apalagi gulat, pemegang gelar juara dua kali kejuaraan Sambo dunia itu adalah ahlinya.

Akan tetapi, Khabib Nurmagomedov tidak akan sejaya itu tanpa dua orang ini. Mereka adalah mendiang sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov dan pelatihnya di AKA (American Kickboxing Academy), Javier Mendez.

Baca Juga : Ternyata Ini Salah Satu Alasan Mengapa Khabib Nurmagomedov Pensiun dari Pentas UFC

Abdulmanap Nurmagomedov meninggal dunia di bulan Juli kemarin akibat penyakit jantung. Abdulmanap wafat di usia 57 tahun. Dimana, Abdulmanap rupanya adalah veteran Angkatan Darat Uni Soviet. Abdulmanap mendalami beladiri judo dan sambo sejak masih remaja. Bahkan, Abdulmanap dilatih langsung Peter Butriy, pelatih kehormatan Uni Soviet. Maka tak ayal, Khabib sudah dididiknya sedari kecil.

Khabib Nurmagomedov juga sering bilang, kalau dirinya tak akan bisa seperti sekarang ini tanpa peran mendiang ayahnya. Abdulmanap sudah mendidiknya dengan keras dan penuh kedisiplinan.

"Saya tidak bisa seperti sekarang ini tanpa ayah saya. Ketika dia mengajari saya, maka saya seperti murid-murid lainnya tidak ada belas kasihan," kata Khabib suatu waktu.

"Dia mengajari anak-anak muda Dagestan dengan begitu keras. Fisik dan mental kami ditempa," lanjutnya.

Maka tak ayal, Khabib begitu terpukul kalah ayahnya tutup usia. Sampai-sampai, sang ibu memintanya pensiun karena sudah tidak ada lagi kehadiran sang ayah.

Tahun 2011 Khabib Nurmagomedov memulai petualangan ke Amerika Serikat. Dia lalu bergabung dengan (American Kickboxing Academy) di California, yang dikomandoi oleh Javier Mendez.

Baca Juga : Dibandingkan Juventus, Isco Dikabarkan Pilih Gabung ke Klub Liga Inggris Ini

Javier Mendez merupakan orang asal Meksiko yang sudah berkecimpung di dunia MMA sejak tahun 1980-an. Dirinya ahli dalam beladiri kickboxing dan pernah jadi pemenang kejuaraan International Sport Karate Association (ISKA) di tahun 1992 dan 1995. Kemudian di tahun 1996, Javier Mendez mendalami dunia tarung bebas dan berlaga di UFC.

Javier Mendez pernah melatih beberapa petarung hebat UFC, sebut saja B.J Penn, Cain Velasquez (juara kelas berat), Luke Rockhold (juara kelas menegah), Daniel Cormier (juara kelas berat), terakhir barulah Khabib Nurmagomedov sebagai juara kelas ringan.

"Ketika saya pertama kali melihat Khabib, wow orang ini luar biasa. Bakat bertarungnya begitu berbeda dari yang lain," kata Javier Mendez.

"Ayahnya mendidiknya Khabib dengan begitu bagus. Saya hanya tinggal menambahkan sedikit saja," lanjutnya.

Bahkan, Javier Mendez pernah langsung datang ke Dagestan dan bertemu langsung dengan ayahnya, Khabib di tahun 2019 kemarin. Javier Mendez melihat langsung bagaimana orang-orang Dagestan berlatih.

"Bertarung sudah seperti menjadi makanan sehari-hari buat mereka. Tak cuma itu, tapi Abdulmanap juga menanamkan nilai-nilai kehidupan pada setiap muridnya termasuk Khabib," ungkap Javier Mendez.

Khabib Nurmagomedov selalu menyebut nama ayahnya dan pelatihnya ketika memenangi duel. Baginya, dua orang itulah yang membuatnya terus menang dan Khabib tak pernah membantah apa yang mereka instruksikan.

Baca Juga : Tak Perpanjang Kontrak di PSG, Kylian Mbappe Ingin Gabung Real Madrid

"Meskipun Anda juara, entah sabuk hitam, atau entah pemegang sabuk emas, Anda tidak bisa menjadi bos. Anda butuh pelatih dan itulah bos Anda," terang Khabib.

"Saya masih terus belajar hal baru baik itu seperti tendangan, pukulan, kuncian, dan lainnya. Jangan pernah Anda membataskan diri sendiri dan dengarkanlah 'bos' Anda," tutup Khabib Nurmagomedov.


Share :