Mengenal Lebih Dalam Mohammad Yamin Seorang Perumus Sumpah Pemuda

Mengenal Lebih Dalam Mohammad Yamin Seorang Perumus Sumpah Pemuda

Ahmad
2020-10-28 14:10:32
Mengenal Lebih Dalam Mohammad Yamin Seorang Perumus Sumpah Pemuda
Foto: Instagram

Nama Mohammad Yamin merupakan sosok yang merumuskan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II pada 1928.

Nama Mohammad Yamin bukanlah nama yang asing ditelinga masyarakat Indonesia. Sebab, Mohammad Yamin merupakan sosok yang merumuskan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II pada 1928.

Sumpah Pemuda kala itu menjadi momentum bersatunya berbagai organisasi pemuda untuk melawan penjajahan dan mengupayakan kemerdakaan Indonesia.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Kongres Sumpah Pemuda yang Hanya Diikuti Enam Orang Perempuan

Bergeraknya para pemuda di masa pra-kemerdekaan dimulai pada era kebangkitan nasional tahun 1908.

Masa tersebut ditandai dengan berdirinya sejumlah organisasi pemuda seperti Boedi Oetomo di Batavia dan Indische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) yang didirikan pelajar Indonesia di Belanda.

Ada pula Tri Koro Dharmo yang berdiri tahun 1915. Organisasi pemuda ini kemudian berganti nama menjadi Jong Java.

Meskipun terdapat sejumlah organisasi pemuda, kala itu sifatnya masih kedaerahan dan mengutamakan kepentingan suku bangsa masing-masing. 

Namun, lama kelamaan muncul kesadaran para kelompok pemuda untuk menyatukan perjuangan demi kepentingan bangsa.

Pada 30 April 1928, para pemuda melakukan rapat besar antara kelompok di Jakarta. Rapat tersebut dikenal Kongres Pemuda I.

Saat itu pula, Yamin yang merupakan Ketua Jong Sumatranen Bond, menjadi salah satu tokoh pemuda yang dikenal paling menentang fusi atau menyatukan organisasi pemuda yang bersifat kedaerahan itu dalam satu wadah. 

1. Sejarah singkat Mohammad Yamin

Sebagai pemimpin kelompok pemuda Sumatera, Mohammad Yamin memiliki darah Sumatera Barat kental. 

Ia lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 23 Agustus 1903. Anak dari pasangan Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah ini dibesarkan di keluarga terpelajar. 

Ayahnya yang mantri kopi membuat Yamin kecil dibekali pendidikan mumpuni.

Para mantri kopi masuk ke dalam golongan terpelajar dengan kemampuan baca tulis dan berhitung yang baik.

Kelompok lainnya ialah jaksa dan pangreh praja.

Yamin menyelesaikan pendidikan dasarnya di kampung halaman. 

Ia kemudian lanjut menimba ilmu di Pulau Jawa, tepatnya di Algemene Middelbare School (AMS) di Surakarta. Selepas itu, Yamin pindah ke Jakarta untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum (Rechts Hooge School).

Gagasan tentang persatuan Indonesia mulai dikemukakan Yamin saat aktif memimpin Jong Sumatranen Bond.

Ia yang merupakan sastrawan dan penyair, meyakini bahwa bahasa dapat menjadi alat persatuan bangsa. Gagasan ini pun disampaikan Yamin dalam Kongres Kongres Pemuda I.

Pidato Yamin itu menuai respons positif dari para pemuda yang hadir dalam kongres. Gagasan Yamin, utamanya mengenai persatuan, menarik perhatian para pemuda.


Banyak yang meyakini bahwa pemakaian bahasa Melayu, yang kala itu sudah banyak digunakan sebagai bahasa pengantar selain bahasa Belanda dan bahasa Arab, akan digunakan sebagai bahasa pengantar di Indonesia.

Baca Juga: Tagar Selamat Hari Sumpah Pemuda Trending Topic Twitter Ini Kata Warganet

Jong Sumatranen Bond sendiri sudah mendiskusikan perihal bahasa persatuan ini sejak tahun 1923.

Hingga Kongres Pemuda II dibuka pada 27 Oktober 1928 di Jakarta, Yamin yang menjabat sebagai Sekretaris Kongres belum menyetujui dibentuknya fusi. 

Meski begitu, Yamin tetap memiliki semangat akan persatuan Indonesia. Dia tetap berharap semangat persatuan tetap ada namun tak menghilangkan kekhasan tiap daerah.

Yamin juga tak ingin Kongres Pemuda II berakhir tanpa hasil. Setidaknya, harus ada kemauan dan kesepakatan bersama yang dibacakan peserta kongres.

Saat kongres berlangsung, Yamin menuliskan gagasan "Sumpah Pemuda" dalam suatu kertas. Kertas itu lalu ia sodorkan kepada Ketua Kongres, Soegondo Djojopoespito.

2. Isi Sumpah Pemuda


Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia 

Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda dimaknai sebagai momentum bersatunya para pemuda bergerak bersama dan berjuang menuju Indonesia merdeka.


Share :