Fakta-fakta Terbaru Norovirus dan Gejalanya yang Juga Pernah Terjadi di Indonesia

Fakta-fakta Terbaru Norovirus dan Gejalanya yang Juga Pernah Terjadi di Indonesia

Dedi Sutiadi
2020-10-20 17:39:37
Fakta-fakta Terbaru Norovirus dan Gejalanya yang Juga Pernah Terjadi di Indonesia
Ilustrasi Norovirus (Pixabay)

Fakta-fakta terbaru Norovirus dan gejalanya terungkap. Virus yang juga pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1972 kini mulai menjadi kekhawatiran baru selain virus corona. 

Berikut Correcto.id himpun untuk Anda fakta-fakta terbaru norovirus dan gejalanya yang juga pernah terjadi di Indonesia. 

1. Sudah ditemukan sejak tahun 1972

Norovirus ternyata bukanlah virus baru. Norovirus merupakan virus yang sudah ditemukan sejak tahun 1972. Menurut keterangan dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), spesialis penyakit dalam Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K) virus ini sudah lama ditemukan di Indonesia. 

Baca juga: Fakta Paling Baru Genetik Norovirus yang Mirip Corona di China

"Virus ini (norovirus) juga ada di Indonesia seperti yang dilaporkan oleh peneliti Indonesia di jurnal internasional dari Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga," kata Prof Ari dalam rilisnya.," kata Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD(K). 

2. Gejala Norovirus

Merujuk dari WebMD, penderita atau seseorang yang terkena Norovirus memiliki beberapa ciri. Gejala Norovirus ini diantaranya penderita akan mengalami mual, muntah, diare berair, dan juga kram perut. Adapun gejala Norovirus lain nya adalah seperti demam ringan, panas dingin, sakit kepala, nyeri otot, dan juga cepat lelah.   

3. Cara penyebaran Norovirus

Menurut penjelasan Prof Dr dr Ari cara penyebaran Norovirus melalui droplet dari mulut dan hidung. Norovirus juga bisa menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi Norovirus. 

"Berbeda dengan virus SARS-Cov-2, Norovirus ini ditularkan melalui makanan atau istilah yang digunakan food borne. Kejadian luar biasa bisa terjadi jika adanya makanan yang tercemar oleh virus ini," jelas Prof Ari. 

4. Mewabah di musim dingin

Merujuk situs resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS ternyata Norovirus kerap mewabah di beberapa negara pada bulan-bulan musim hujan. Disebutkan bahwa sekitar setengah kasus penyebaran Norovirus terjadi pada Desember hingga Februari. 

Baca juga: Bioskop Kembali Dibuka, Petugas Minta Penonton Keluar Per 30 Menit untuk Ambil Napas Segar

Sementara itu sering terjadi pada bulan Juni hingga Agustus di negara-negara di bawah ekuator. Namun di negara-negara yang berjarak cukup dekat dengan khatulistiwa Norovirus jarang terjadi secara musiman. 

5. Tidak bisa diobati antibiotik 

Sama seperti pada kasus virus-virus lain nya. Norovirus tidak bisa diobati dengan antibiotik. Bahkan disebutkan bahwa hingga kini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan pasien yang terinfeksi Norovirus.


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00