Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama membentuk tim khusus di perusahaan plat merah.
Ahok juga mengatakan bahwa tugas tim itu sendiri untuk bernegosiasi ulang dengan para investor yang pernah atau pun mau bekerja sama dengan proyek kilang dengan Pertamina.
Baca Juga: Ini Harapan WHO Kepada Trump yang Positif Corona
"Untuk negosiasi ulang semua investor yang pernah dan mau bekerjasama dengan Pertamina," ujar Ahok.
Ahok juga menambahkan bahwa tim ini nantinya akan terdiri dari jajaran internal Pertamina, sehingga tak ada partisipasi pihak luar atau eksternal.
"Tim nantinya diisi pihak internal. Direktur Portofolio dengan Komite Investasi dan Komite Audit, serta Tim Transformer Task Force Dekom (Dewan Komisaris)," lanjutnya.
Ahok juga mengatakan bahwa ini merupakan permintaan yang diberikan langsung oleh Dewan Komisaris Pertamina kepada Dewan Direksi.
Disisi lain Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menjelaskan, tim khusus itu nantinya akan bertugas memberikan pemahaman pada calon investor Pertamina agar yakin untuk melakukan kerja sama.
"Secara garis besar, tim ini dibentuk agar proses strategic partnership lebih optimal sehingga calon investor paham dan confident dengan outlook project Pertamina nantinya," ujar Fajriyah.
Baca Juga: Fakta-fakta Kasat Sabhara Mengundurkan Diri dari Kepolisian
Saat ini, tim khusus tersebut masih dalam tahap persiapan dan pembahasan. "Pertamina sedang menyiapkan tim tersebut dan saat ini masih dalam pembahasan," tutup Fajriyah.
Diberitakan sebelumnya, Ahok mengatakan tim khusus ini dibentuk untuk menganalisa apa penyebab calon partner Pertamina memutuskan mundur dari proyek kilang.