Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ungkap fakta baru suara dentuman keras di Jakarta. Dentuman yang hebohkan warga Jakarta tersebut dipastikan BMKG bukan bersumber dari gempa bumi.
BMKG akhirnya memberikan keterangan resmi terkait suara dentuman keras yang hebohkan warga Jakarta. BMKG menegaskan bahwa tidak ada aktivitas seismik saat suara dentuman keras terdengar oleh warga Jakarta.
Baca juga: Heboh Warga Jakarta Selatan Dengar Suara Dentuman yang Cukup Keras
"Namun demikian, saat warga melaporkan suara dentuman malam ini, BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik di Jakarta dan sekitarnya," ungkap ungkap Kepala Bidang Mitigasi, Gempa Bumi, dan Tsunami BMKG, Daryono dalam rilis yang diterima.
BMKG mengungkapkan bahwa dari monitoring dan pengecekan data sejumlah sensor yang terpasang di beberapa tempat di dekat Jakarta seperti di Citeko, Bogor dan Pondok Aren Tangerang Selatan sama sekal tidak ditemukan aktivitas gempa yang terjadi pada pukul 19.00 hingga 21.00 di wilayah Jakarta.
Namun demikian dari hasil pengecekan data ditemukan sejumlah aktivitas petir yang terekam pada jam tersebut. Namun demikian BMKG masih belum bisa memastikan sumber suara dentuman tersebut. BMKG hanya bisa menduga suara dentuman keras tersebut bisa jadi berasal dari aktivitas petir di wilayah Jakarta.
"Namun demikian, acuan kami adalah data monitoring peralatan kami yang menunjukan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu yang dilaporkan warga. Sehingga suara dentuman malam ini tidak bersumber dari gempa bumi. Tapi ada dugaan bahwa suara tersebut bersumber dari petir, " ungkap Daryono.
Baca juga: Fakta-fakta Suara Dentuman Keras yang Bikin Heboh Warga Jakarta
Sebelumnya warga Jakarta dihebohkan dengan suara dentuman yang cukup keras terdengar. Beberapa warga Jakarta bahkan mendengar suara dentuman tersebut terjadi dua kali pada pukul sekitar 19.35 WIB.
"Kedengaran dua kali suaranya, kencang banget pas saya lagi menonton TV di rumah. Sekitar habis Isya lah kedengaran," ucap Surti pada Minggu 20 September 2020.
Sumber: Rilis BMKG/ Antara