BMKG: Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstream Musim Pancaroba

BMKG: Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstream Musim Pancaroba

Yuli Nopiyanti
2020-09-01 10:56:33
BMKG: Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstream Musim Pancaroba
cuaca ekstrem pancaroba, BMKG himbau masyarakat untuk waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau agara masyarakat selalu waspada, cuaca ekstream hal ini mengingat jelang peralihan musim pancaroba.

Bahkan hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini cuaca BMKG Miming Saepudin.

Namun BMKG, juga memprediksi, bahwa dalam dua hari ke depan, hujan deras, disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di indonesia. Kondisi ini terjadi akibat peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Baca Juga: Heboh, Peneliti Ini Temukan Kelemahan Vaksin Corona China dan Rusia

Tak hanya itu saja bahkan Miming Saepudin juga mengingatkan bahwa cuaca ekstrem kemungkinan akan terjadi saat musim peralihan pada September.

"Selama musim pancaroba itu relatif kejadian cuaca ekstrem seperti puting beliung kemudian hujan lebat dalam durasi singkat, kemudian petir itu bisa lebih sering terjadi selama pancaroba," kata Miming dalam rapat koordinasi secara virtual bersama BNPB, Senin 31 Agustus 2020.

"Jadi mulai bulan September, Oktober, November kita perlu waspadai untuk kondisi-kondisi tersebut," ujar dia.

Bahkan ia juga mengatakan bahwa, 85 persen wilayah Indonesia masih akan mengalami musim kemarau. Bahkan sisanya 15 persen sudah memasuki musim penghujan.

"85 persen wilayah indonesia masih memasuki musim kemarau".

"Sedangkan untuk 15 persennya itu dia sudah mulai basah," imbuhnya.

Beberapa wilayah yang mulai masuk pada musim hujan, disebut Miming, antara lain sebagian kecil Sumatera Utara bagian selatan. Kemudian di Sumatera Barat di bagian Tengah, Kalimantan tengah, Kalimantan Utara, kemudian wilayah Timur Kalimantan. 

Baca Juga: Perpanjangan PSBB DKI Jakarta Bisa Sampai 24 September

"Sedangkan untuk wilayah Sulawesi ada di Sulawesi bagian Barat, kemudian di wilayah Sulawesi bagian Utara," ungkapnya. 

Bahkan kemudian ada Maluku dan Maluku Utara dan Papua Tengah. Sedangkan mayoritas wilayah Jawa masih akan mengalami musim kemarau. 

"Sangat kecil posisi wilayah yang basahnya sebagian kecil ada di wilayah Jawa Tengah, kemudian ada di wilayah selatan Jawa Barat," lanjut dia. 



Sumber:Kompas,Tribun


Share :