Jokowi ke Gubernur Aceh: Tolong Tekan Angka Penyebaran Covid-19 Sampai Hilang

Jokowi ke Gubernur Aceh: Tolong Tekan Angka Penyebaran Covid-19 Sampai Hilang

Foto
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Instagram/jokowi

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menilai jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Aceh masih jauh lebih rendah dibandingkan provinsi-provinsi lainnya.  Jokowi meminta Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dapat terus menekan penyebaran virus corona di daerahnya.

Hal ini disampaikan Jokowi saat membagikan bantuan presiden (banpres) produktif di Kota Banda Aceh seperti yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 25 Agustus 2020. Banpres ini diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

"Ini saya sampaikan kepada pak Gubernur agar pengendalian ini betul-betul ditekan agar Covid-19 bisa hilang dan tidak ada lagi Provinsi Aceh dan seluruh tanah air kita di Indonesia," ujar Jokowi.

Baca Juga: Indonesia akan Masuk Jurang Resesi? Begini Respon Sri Mulyani

Dia mengingatkan kepada seluruh masyatakat agar menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari, menggunakan masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan, serta tak berkerumun.

Menurut dia, hal itu merupakan cara mencegah penularan virus corona sebab pemerintah hingga kini masih berupaya mengembangkan vaksin corona. Jokowi menargetkan vaksin corona dapat disuntikan ke seluruh masyarakat pada Januari 2021.

"Kita mungkin Insya Allah nanti akan kembali pada posisi normal setelah penduduk semuanya divaksinasi, baru. Kita memproduksi vaksin ini kira-kira bulan Desember-Januari sehingga nanti mulai divaksinnya ya bulan itu, bulan Januari," jelas Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi menegaskan pemerintah akan tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur meski saat ini pandemi Corona belum reda di Indonesia.  Dia mengatakan, infrastruktur Indonesia dinilai Jokowi masih kalah posisinya dengan negara lain.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi Resmikan Jalan Tol Aceh, Jokowi: Pembangunan Infrastruktur Jalan Terus

Dia menyebutkan, biaya logistik Indonesia menjadi mahal karena infrastruktur yang belum baik. Ujungnya membuat daya saing Indonesia kalah dengan negara tetangga.

"Meskipun kita tengah hadapi pandemi COVID-19 pembangunan infrastruktur terus kita jalankan. Karena posisi infrastruktur kita masih tertinggal dari negara lain, kalau dibandingkan dengan negara lain, sehingga hal itu membuat biaya logistik kita jadi mahal," tutur Jokowi.




Sumber: Liputan 6, Youtube Sekretariat Presiden, Kompas




Share to: