Anis Matta Sebut Akan Ada Virus Baru di Tahun 2023 dan 2026: Saya Baca dari Dokumen Rahasia

Anis Matta Sebut Akan Ada Virus Baru di Tahun 2023 dan 2026: Saya Baca dari Dokumen Rahasia

Dedi Sutiadi
2020-08-22 11:15:21
Anis Matta Sebut Akan Ada Virus Baru di Tahun 2023 dan 2026: Saya Baca dari Dokumen Rahasia
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Muhammad Anis Matta

Anis Matta sebut akan ada virus baru di tahun 2023 dan tahun 2026. Hal tersebut diutarakannya usai membaca sebuah dokumen yang dirahasiakanya.

“Ada satu dokumen (rahasia-red) yang saya baca, yang mengatakan bahwa kemungkinan 2023 dan 2026 ada lagi virus lain,” ungkap Anis Matta dalam keterangannya, Sabtu 22 Agustus 2020.

Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa virus telah menjadi isu baru yang tidak akan ada akhirnya. Yang dimaksud olehnya adalah virus sebagai isu akan terus bergulir tanpa akhir seperti halnya persoalan terorisme yang hingga kini tidak berkesudahan. 

Baca juga: Video Detik-detik Penemuan Mayat Pembunuhan Satu Keluarga di Baki Sukahrajo

“Jadi ini satu jenis krisis yang tidak ada definisi akhirnya. Maksudnya tidak ada satu situasi nanti berakhirnya begini. Sejak 2001 misalnya Anda mendengar isu teroris, selesai tidak isu itu? tidak,” katanya

Menurutnya hal tersebut juga didorong oleh beberapa faktor global. Anis Matta menyebutkan empat faktor yang menyebabkan masyarakat dunia kini berhadapan dalam kondisi lebih sulit dari kondisi sebelunya dan berhadapan dengan persoalan virus. 

Pertama adalah menurunnya sistem global. “Karena pada dasarnya virus itu berhubungan dengan kehidupan kota, di mana manusia terkonsentrasi dalam jumlah besar. Makanannya berupa hewan ini didekatkan kepada dia, potensi itu pasti terjadi,” lanjutnya.

Kedua yakni climate change, perubahan iklim. Dia mengungkapkan sesuai ramalan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mungkin ada krisis pangan dalam dua tahun ke depan.

Dia mengatakan sebagian besar dari musibah-musibah yang saat ini dihadapi faktornya adalah perubahan iklim, terlepas perdebatan perubahan iklim teori konspirasi atau tidak.

“Faktanya, jumlah bencana alam lebih banyak, banjir lebih banyak, tsunami lebih sering, kekeringan, kebakaran hutan dan seterusnya. Misalnya terjadi kebakaran luar biasa di Australia kemarin . Artinya jumlah ini lebih banyak dan mendisrupsi secara ekonomi, sosial, dan secara politik,” ucapnya.

Baca juga: Viral Penjual Nasi Kuning Beli Beras Isi Pasir di Palu

Ketiga, konflik geopolitik, terutama konflik Amerika-Tiongkok. Anis Matta mengatakan konflik kedua negara tersebut memiliki dampak multidimensi. Ia menyebutnya dengan istilah perang supremacy. Jadi satu bangsa ini muncul menyebabkan kematian yang lain, incumbent ini harus bertahan. Caranya dia harus menghabisi penantang ini.

“Sekarang mana yang kalah incumbent atau penantang, kita tidak tahu. Tapi sampai kapan berakhirnya kita tidak tahu. Tapi mereka berperang menggunakan semua sarana, perang dagang, teknologi, hingga budaya,” ujarnya.

Keempat, faktor teknologi. Anis Matta mengatakan saat ini semua dipaksa berhijrah ke sistem digital, dan hal itu telah dilakukan Partai Gelora dengan sukses menyelenggarakan ‘Gelora Digifest 2020’ dan ‘Gelora Kemerdekaan 2020’, serta event-event lainnya beberapa waktu lalu   


Sumber: Jawa Pos


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00