Perkembangan Ledakan Beirut, Palang Merah Lebanon: Korban Tewas Bertambah Jadi 100 Orang

Perkembangan Ledakan Beirut, Palang Merah Lebanon: Korban Tewas Bertambah Jadi 100 Orang

Ahmad
2020-08-05 14:56:49
Perkembangan Ledakan Beirut, Palang Merah Lebanon: Korban Tewas Bertambah Jadi 100 Orang
Ledakan di Beirut (Foto: Tangkapan Layar Video/Instagram @correcto.id)

Palang Merah Libanon melaporkan hingga kini korban tewas akibat ledakan besar di Ibu Kota Beirut pada Selasa 4 Agustus 2020 petang telah mencapai lebih dari 100 orang.

Organisasi itu juga menuturkan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang berasal sebuah gudang di dekat pelabuhan Beirut dan berisi 2.700 ton amonium nitrat tersebut.

"Sampai saat ini lebih dari 4.000 orang terluka dan lebih dari 100 orang kehilangan nyawa. Tim kami masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di daerah sekitar ledakan," bunyi pernyataan Palang Merah Libanon seperti dilansir AFP pada Rabu 5 Agustus 2020.

Baca Juga: Fakta-fakta Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon, Kediaman Presiden Rusak Parah

Ledakan tersebut terjadi sekitar Selasa petang pukul 18.02 waktu setempat.

Sejauh ini, pihak berwenang Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, Dewan Pertahanan Tertinggi Libanon segera menetapkan Beirut sebagai disaster-striken city atau kota yang terdampak bencana kecelakaan.

Dilansir dari CNN, berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit Beirut beberapa detik kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut.

Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Baca Juga: Ledakakan Dahsyat di Beirut, Hassan Diab: Tetapkan 5 Agustus Sebagai Hari Berkabung Nasional

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.




Sumber: CNN


Share :