Ketua Ketua Serikat Buruh BUMN Bersatu menyebut bahwa titipan nama Adian Napitupulu untuk menjabat di sejumlah posisi direksi dan jabatan di BUMN dinilai tidak memenuhi standar. Dirinya menilai bahwa hal tersebut bisa jadi menjadi alasan Kementerian BUMN.
"Namun kemudian tidak diakomodir oleh Kementerian BUMN, mungkin saja Kementerian BUMN memiliki standar bagi orang-orang di direksi ataupun komisaris yang harus duduk di BUMN tersebut", Kata Arif Poyuono, Ketua Serikat Buruh BUMN Bersatu di Jakarta sabtu 25 Juli 2020.
Baca juga: Fakta Dibalik Direksi BUMN yang Diduga Adian Titipan Mafia Migas
Bahkan Arif menilai yang membuat berat Kementerian BUMN untuk merekrut nama-nama tersebut sebab kebanyakan hanya mencari makan di BUMN. Hal tersebut bisa dilihat dari buku laporan tahun lalu. Dirinya juga menyebut sekitar 60 persen pejabat yang berlatar belakang aktivis terbukti tidak bisa bekerja.
"Belajar dari tahun lalu pak Erick melihat banyak sekali aktivis-aktivis yang cuman mau cari makan doang di BUMN duduk sebagai komisaris. Nyatanya memang banyak juga mereka yang duduk itu hampir 60 persen yang berlatang berlakang aktivis itu ternyata kurang bisa bekerja," ucap Arif
Baca juga: Arya Sinulingga: Direksi dan Komisaris Plat Merah Telah Ikuti Serangkai Proses
Arif menegaskan bahwa orang-otang yang duduk atau menjabat sebagai direksi maupun komisasris di BUMN pada periode lalu tidak memiliki kapasitas dan integritas dalam bekerja. Hal tersebut bisa dilihat dari laporan tahun lalu.
"Kita melihat dari laporan bukunya saja (yahun lalu), jadi melihat kenerja BUMN itu dari laporan keuangannya dan kinerja daripada BUMN tersebut. Apakah BUMN tersebut bisa menghasilkan untung atau tidak, itu saja ukurannya," Ungkap
Sumber: CNNIndonesia