Kisah Misteri Wittenoom yang Dianggap Kota Paling Berbahaya di Dunia yang Dihilangkan dari Peta

Kisah Misteri Wittenoom yang Dianggap Kota Paling Berbahaya di Dunia yang Dihilangkan dari Peta

Alpandi Pinem
2020-07-19 18:12:58
Kisah Misteri Wittenoom yang Dianggap Kota Paling Berbahaya di Dunia yang Dihilangkan dari Peta
Wittenoom yang Dianggap Kota Paling Berbahaya di Dunia (Istimewa)


Kota mati ternyata bukanlah dongeng. Beberapa kota mati di dunia ini sangatlah mengerikan setelah ditinggalkan penduduknya. Kota mati diakibatkan oleh penduduknya yang meninggalkan kota tersebut.

Memang selalu ada alasan mengapa para penduduk lari dari kota tersebut. Biasanya melibatkan kemanan dan keselamatan para penduduknya hingga mereka memilih melarikan diri. Dan akhirnya menjadi kota mati yang mencekam dan mengerikan baik fisik dan suasana.

Salah satunya yakni sebuah kota bernama Wittenoom di Australia menjadi salah satu tempat paling berbahaya dan terkontaminasi di planet bumi. Kota mati tak berpenghuni ini dulunya bekas tambang asbes yang beracun. Letaknya jauh di daerah terpencil di Pilbara, Australia Barat.

Pada masa kejayaannya sekitar tahun 1930-an hingga 1966, kota hantu ini dihuni 20 ribu penduduk yang berprofesi sebagai pengangkut asbes biru yang mematikan. Lebih dari 2.000 kematian telah dikaitkan dengan kegiatan penambangan di Wittenoom, dan seluruh kota ini adalah tempat yang terkontaminasi.

Baca Juga : Kisah Seram 5 Kota di Dunia Ini Ditinggalkan Penduduknya Karena Wabah Penyakit yang Mengerikan

Baca Juga : Inilah 5 Tempat di Surabaya yang Terkenal Angker, Berani Berkunjung?

Baca Juga : Bikin Bulu Kuduk Merinding! Kisah Mistis Menara Saidah yang Kosong Sejak 2007


Saking berbahayanya kota tersebut, pada tahun 1978 pemerintah setempat memutuskan untuk menutup kota karena wilayah tersebut atas dasar keselamatan kesehatan warganya. Meskipun berbahaya, Wittenoom malah menjadi pusat wisata baru dan berhasil mendatangkan ribuan wisatawan setiap tahun hanya untuk mengambil foto dan mengunggah kota mati tersebut ke media sosial.

Pada tahun 2006, pemerintah menghapus Wittenoom dari peta, menghilangkan tanda dan rambu jalan menuju ke sana, memutuskan jaringan listrik, dan memasang tanda peringatan. Tapi, penggemar pariwisata ekstrem malah mengabaikan peringatan tersebut dan tetap datang ke Wittenoom.

Dilansir Vice, meskipun papan peringatan bertebaran di seluruh kota yang memperingatkan bahaya serius bagi kehidupan manusia, ribuan pelancong yang ingin tahu tetap berkunjung setiap tahun. Pemerintah lokal mengatakan telah menerima laporan beberapa operator pariwisata di Australia Barat (WA) bahkan menawarkan kunjungan yang dipandu.

"Kami baru saja mendengar tentang selentingan di Pilbara ada kelompok wisatawan yang pergi ke sana. Mungkin mereka mengira itu adalah wisata petualangan atau sepanjang garis itu, tapi kami ingin memastikan semua orang sadar ada bahaya yang signifikan bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan teman-teman mereka jika mereka pergi ke Wittenoom," kata Direktur pemerintah lokal Ashburton, Rob Paull.

Situs web pemerintah di Wittenoom mengatakan, paparan asbes dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti mesotelioma (bentuk langka yang memengaruhi selaput tipis yang melapisi dada dan perut), asbestosis, dan kanker paru-paru. Gejala dapat terjadi beberapa dekade setelah paparan baik banyak maupun sedikit.

Baca Juga : Bikin Merinding! Ini Kisah Seram di Sekitar Kota Tua Jakarta

Baca Juga : Ternyata Nama Jakarta Sangat Terkenal di Negara Senegal, Berikut Ini Faktanya

Baca Juga : Pulau Kecil di Indonesia yang Nyaris Terlupakan Ini Ternyata Pernah Ditukar dengan Kota di New York


"Tanda-tanda peringatan ini bukan dekorasi atau untuk menambah koleksi Instagram Anda. Itu adalah peringatan serius tentang konsekuensi kesehatan yang serius. Sangat bodoh untuk bepergian ke Wittenoom," mata Menteri Urusan Aborigin dan Tanah Australia, Ben Wyatt, seperti dilansir dari Oddity Central.

Ben juga mengatakan, meskipun operasi pembersihan Wittenoom dari residu asbes yang mematikan kerap dilakukan, kota tersebut tetap tidak aman untuk dijadikan tempat tinggal. Bahkan, ia menganggap hal tersebut hanya membuang-buang anggaran negara.


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30