Ini Fakta dan Sebab Resesi Singapura yang Wajib Diketahui

Ini Fakta dan Sebab Resesi Singapura yang Wajib Diketahui

Ahmad
2020-07-15 17:38:56
Ini Fakta dan Sebab Resesi Singapura yang Wajib Diketahui
Foto: Shutterstock

 Singapura resesi dan ancaman serupa terhadap Indonesia menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan. Kondisi ekonomi negara tersebut mengalami penurunan akibat terpukulnya bisnis dan belanja ritel setelah perpanjangan lockdown.

Dikutip dari Forbes, Rabu 15 Juli 2020, resesi adalah penurunan nyata aktivitas ekonomi yang terjadi selama beberapa bulan atau tahun. Para ahli mendeklarasikan resesi ekonomi ketika terjadi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, peningkatan angka pengangguran, jatuhnya usaha ritel dan kontraksi pendapatan dan manufakturing selama periode tertentu.

Baca Juga: Mungkinkah Indonesia Masuk Jurang Resesi? Setelah Singapura Resesi Hingga Minus Puluhan Persen

Resesi adalah penurunan secara signifikan aktivitas ekonomi yang terjadi dalam berbagai sektor perekonomian selama beberapa bulan. Biasanya terlihat pada Produk Domestik Bruto (PDB) riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir-eceran.

Pergerakan ekonomi negara, yang mengalami ekspansi dan kontraksi, suatu saat bisa mengalami resesi. Pandemi COVID-19 yang terjadi dalam waktu sangat cepat memang berdampak besar pada segala aspek kehidupan manusia dan negara. 

Dikutip dari The World Bank, virus corona bisa mengakibatkan dunia mengalami resesi ekonomi terbesar setelah Perang Dunia Kedua.

Berikut fakta-fakta resesi ekonomi Singapura yang perlu kamu tahu:

1. Dua Kuartal Ekonominya Minus

Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Singapura juga mengalami kontraksi hingga 2,2% yoy yang juga disebabkan oleh penyebaran COVID-19.

Memasuki kuartal I-2020, ekonomi Singapura makin terpuruk akibat pandemi yang tak kunjung berakhir. Ekonominya pun minus 41,2%.

2. Resesi Bisa Menular ke Indonesia?

Neraca perdagangan Indonesia dengan Singapura juga sudah mencatatkan penurunan periode Mei 2020. Hal ini karena melemahnya ekspor non migas.

3. Tanda-tanda Negara Mau Resesi

Ada beberapa tanda atau indikasi yang dapat dirasakan oleh masyarakat ketika perekonomian Indonesia mendekati jurang resesi. Menurut Menurut Direktur Eksekutif Institute Development of Economic and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, yang mudah dirasakan adalah menurunnya pendapatan masyarakat.

Baca Juga: BPS Sebut DKI, Jabar dan Banten Paling Banyak Sumbang Orang Miskin Baru

Lalu yang kedua adalah laju pemutusan hubungan kerja (PHK) masih berlanjut, serta belum adanya kepastian kapan pekerja yang dirumahkan bisa mulai kembali bekerja.

Lalu indikasi yang ketiga adalah bantuan soslal (bansos) kepada masyarakat masih terus berlanjut.


Sumber: Detik.com, CNN, Kompas


Share :

HEADLINE  

Bernadya Kepergok Bareng Pria Misterius, Netizen Sorot Iqbaal

 by Frida Tiara Sukmana

April 04, 2026 11:00:00


Rachel Vennya Murka, Okin Diduga Jual Rumah Anak Tanpa Izin

 by Frida Tiara Sukmana

April 03, 2026 11:00:00


Clara Shinta Bongkar Dugaan Perselingkuhan Suami, VCS dengan Selebgram

 by Frida Tiara Sukmana

March 30, 2026 14:00:00


Richard Lee Ditahan Lebih Lama, Polisi Perpanjang Masa Tahanan 40 Hari

 by Frida Tiara Sukmana

March 28, 2026 15:00:00


Iko Uwais Ungkap Perbedaan Adegan Laga Film Indonesia dan Hollywood

 by Frida Tiara Sukmana

March 26, 2026 15:00:00


Konflik Tasyi-Tasya Memanas Lagi, Ibu Ungkap Dibentak soal Foto Lebaran

 by Frida Tiara Sukmana

March 24, 2026 11:00:00