Solo Jadi Zona Hitam Corona? Ini Alasan Khusus Gugus Tugas

Solo Jadi Zona Hitam Corona? Ini Alasan Khusus Gugus Tugas

Dedi Sutiadi
2020-07-14 15:06:40
Solo Jadi Zona Hitam Corona? Ini Alasan Khusus Gugus Tugas
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Penambahan 18 kasus positif corona di Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 12 Juli 2020 menjadi penambahan kasus harian tertinggi sejak pertama kali Solo mengonfirmasi adanya kasus positif. Melihat penambahan tersebut, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menyebut Solo sudah masuk zona hitam.

Sebenarnya penambahan kasus tersebut masih jauh di bawah dari Jakarta dan Jawa Timur. Namun, mengapa bisa Solo bisa dimasukan ke dalam katagori zona hitam?

Menurut, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 UNS Solo Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan, dalam istilah leveling pada konsep di Gugus Tugas Covid-19, penggunaan kata zona hitam tidak termasuk. Namun, hanya ada istilah zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Adapun istilah dari zona warna tersebut sebagai berikut:

1. Hijau: Tidak ada kasus positif

2. Kuning: Ada kasus tapi penyebarannya masih terkendali

3. Oranye: Penyebaran yang relaif tinggi dan berpotensi tidak terkendali

4. Merah: Penambahan kasus tak terkendali dan jumlah banyak

"Sebenarnya, kita tidak mengenal kata-kata area zona hitam. Kita cuma mengenal leveling-nya sejak dari hijau, lalu kuning, kemudian oranye, dan terakhir merah," kata Tonang mengawali penjelasannya kepada awak media, pada Senin, 13 Juli 2020 siang.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Ajak Masyarakat Jaga Harmoni Kerukunan Antaragama di Tengah Pandemi Corona

Tonang mengatakan, Penggunaan zona hitam bertujuan memberikan tekanan kepada masyarakat untuk waspada dan mau mengikuti protokol kesehatan. Peningkatan 18 kasus di Solo kemarin menunjukan adanya resiko yang harus ditekan penyebarannya.

"Barangkali penyebutan zona hitam tersebut adalah untuk menekankan lonjakan yang terjadi. Namun, kita berharap leveling-nya tetap sesuai dengan sebelumnya, yaitu maksimal di zona merah," kata dia.

"Kemudian, di Solo juga terlihat ada beberapa potensi yang harus diwaspadai dan dapat mengarah ke terjadinya ledakan kasus karena di beberapa titik memang terjadi aktivitas yang cukup tinggi seperti pasar dan tempat umum lainnya," lanjut dia.

Baca juga: Menanti Gaji ke-13? Simak Siapa Saja yang Bakal Mendapatkannya

Ia juga mengatakan, karena peninggkatan yang relatif tinggi harian di Solo sejak awal Maret (pertama kali Solo mengkonfirmasi adanya kasus positif), ditakutkan akan ada kelonjakan berikutnya. Mengenai status Solo masuk kategori Oranye.

"Kasusnya saat itu tambah 1-2, terhitung sedikit. Itulah kenapa kemudian ketika kemarin muncul jumlah kasus harian yang tinggi, Solo disebut sebagai zona hitam," ujar dia.

"Kalau kapasitas pemeriksaan itu cukup, maka akan memberikan hasil yang benar-benar menggambarkan kondisi terkini," tambah dia.


Sumber: Kompas.com


Share :

HEADLINE  

Ini Deretan Pengusaha Sukses Suka Bangun Masjid

 by Ramadhan Subekti

April 01, 2025 13:00:00


Prabowo, Titiek dan Didit : Maaf Lahir dan Batin

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 10:00:00


Prabowo dan Gibran Akan Salat ID di Masjid Istiqlal

 by Ramadhan Subekti

March 31, 2025 01:00:00


Azizah-Arhan Nonton Timnas Indonesia, Andre Rosiade Dikerjai

 by Dimarirenal

March 26, 2025 15:10:00