Ini Analisis BMKG Soal Gempa 5.2 di Bantul, Tidak Berpotensi Tsunami

Ini Analisis BMKG Soal Gempa 5.2 di Bantul, Tidak Berpotensi Tsunami

Yuli Nopiyanti
2020-07-13 13:49:28
Ini Analisis BMKG Soal Gempa 5.2 di Bantul, Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi Gempa Bumi (Foto:Dok.Istimewa)

Setelah terjadi gempa kini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutahirkan informasi gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,2 di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi M 5,1. Gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

Tak hanya itu saja bahkan gempa yang terjadi pada dini hari tadi  sekitar pukul 02.50 WIB. Episenter terletak pada koordinat 8,73 Lintang Selatan dan 109,88 Bujur Timur, atau tepatnya di Samudra Hindia Selatan Jawa pada jarak 101 Km arah selatan Kulonprogo pada kedalaman 46 Km.

Baca Juga: Gempa Magnito 5.2 Terjadi di Bantul, BMKG Sebut Terasa Hingga Pacitan dan Wonogiri

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempang Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangannya, Senin 13 Juli 2020.

Bahkan Daryono juga mengatakan gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik yang menjadi ciri khas gempa akibat tumbukan lempeng di zona megathrust.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan ciri khas gempa akibat tumbukan lempeng di zona megathrust. Guncangan gempa ini dirasakan di Pacitan, Purworejo, Yogyakarta, dan Wonogiri. Meskipun Shakemap BMKG menunjukkan guncangan terjadi dalam wilayah luas dari Pangandaran hingga Pacitan," ujar Daryono.

BMKG juga mencatat gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sementara, belum ada laporan mengenai dampak gempa.

Baca Juga: Gempa Tektonik M 5.1 Guncang Jawa Tengah dan Yogyakarta

Kendati demikian Daryono juga menyebut bahwa pusat gempa ini bersebelahan sangat dekat dengan pusat gempa berkekuatan M 8,1 yang menimbulkan kerusakan di Pulau Jawa pada 23 Juli 1943. Kota-kota yang mengalami kerusakan akibat gempa pada saat itu adalah Cilacap, Tegal, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Bantul, dan Pacitan.

"Meningkatnya aktivitas kegempaan di selatan Jawa akhir-akhir ini tidak perlu membuat masyarakat khawatir berlebihan, meskipun kita harus waspada dengan meningkatkan kesiapsiagaan, baik para pemangku kepentingan bidang kebencanaan dan masyarakat," pkata Daryono.


Sumber:Ddetik.Com


Share :

HEADLINE  

Kaesang Optimis PSI Tembus Senayan Minta Kader Kawal Real Count

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 17, 2024 09:44:02


Hasil Real Count KPU Sulawesi Tengah: Suara PSI Tembus 4,17%

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 21:11:41


Pemuka Agama Himbau Semua Terima Hasil Pemilu, Saatnya Rekonsiliasi

 by Andrico Rafly Fadjarianto

February 16, 2024 13:44:30