Kematian mendadak Wali Kota Seoul Park Won-Soon (64) menggegerkan publik Korea Selatan. Pasalnya, Park ditemukan tewas di pegunungan utara Seoul, setelah dilaporkan hilang sejak Kamis, 9 Juli 2020 sore.
Sejak menjabat sebagai Wali Kota Seoul pada 2011 dan tokoh berat di Paetai Demokrat, Park banyak membuat kebijakan pembangunan dan kemajuan kota selama hampir satu dekade.
Baca Juga: Ritual Tabur Garam di Jalur Nagreg Jabar Ini Petanda Pengguna Jalan Akan Celaka, Benarkah?
Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang pro terhadap kaum perempuan dan kesetaraan gender.
Semasa hidupnya, Park juga disebut sebagai kandidat potensial calon Presiden Korea Selatan, pengganti Moon Jae-in pada pemilihan 2022 mendatang, seperti dilansir dari laman AFP. Bahkan, saat diwawancarai AFP di awal 2020 lalu, Park juga sempat mengamini peluang dirinya di pemilihan 2022.
Park dengan Presiden Moon Jae-in sama-sama berlatar belakang pengacara, aktivis demokrasi dan HAM. Bahkan keduanya juga didukung oleh partai Demokrat yang saat ini berkuasa di parlemen Korea Selatan.
Pria kelahiran 26 Maret 1956 ini mengawali karirnya sebagai penuntut dan kemudian menjadi Sekretaris Jenderal di LSM People's Solidarity for Participatory Democratization selama beberapa tahun lamanya.
Setelah itu, Park maju dalam pemilihan wali kota Seoul tahun 2011. Dia meraih kemenangan besar mengalahkan calon yang diusung partai berkuasa saat itu.
Park yang tidak punya ketergantungan dengan satu partai politik dan tidak punya pengalaman berpolitik praktis. Dia pun sebagai calon independen melakukan aliansi dengan partai-partai oposisi dalam pemilihan wali kota Seoul.
Saat itu juga kemenangan Park pun mengejutkan para politisi. Salah seoranh pengamat memandang kemenangan Park sebagai sinyal rakyat Korea Selatan sudah lelah dengan politik tradisional saat itu.
Baca Juga: Driver Ojol di Bandung Belum Diperbolehkan Angkut Penumpang, Ini Alasannya
Terpilih menjadi Wali Kota Seoul, Park fokus pada proyek-proyek mensejahterakan kota Seoul. Namun, keberhasilan ini juga membawa dia menang lagi dalam pemilihan wali kota Seoul tahun 2014 dan 2018.
Kemudian, Park menjadi simbol reformasi kota berpenduduk 10 juta jiwa tahun 2019. Mengikuti pemilihan wali kota Seoul pertama kali tahun 2011, Park kemudian memenangkan pemilihan berturut-turut di tahun 2014 dan 2018.
Sumber: Kumparan, Tempo