Diketahui bahwa pertandingan Piala Dunia U-20 2021 kurang dari setahun lagi. Presiden Joko Widodo memasang target untuk pasukan 'Garuda Muda' di turnamen dua tahunan itu.
Bahkan tak hanya itu saja pasalnya Presiden Jokowi juga berharap langkah Timnas U-20 tak berhenti di babak penyisihan grup saja. Dia berharap skuat asuhan Shin Tae-yong bisa meraih hasil maksimal.
Baca Juga: Liga Serie A Italia: Juventus Menang 3-1 Atas Genoa, Bianconeri Kokoh di Puncak Klasmen
Harapan Jokowi itu disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, yang baru saja melakukan rapat terbatas (ratas) dengan presiden pada Rabu 1 Juli 2020.
"Presiden berharap maksimal, bukan (berhenti) di babak grup, 'kan kita lolos karena tuan rumah bukan kualifikasi. Beliau minta maksimal, tetapi di satu sisi realistis juga," ucap Zainudin dalam konferensi pers terkait hasil ratas dengan Jokowi di Kantor Kemenpora.
Namun tak hanya itu saja bahkan di sisi lain, PSSI memang memasang target tinggi untuk Timnas U-20. Sebagai tuan rumah, Timnas U-20 ditargetkan mampu mencapai semifinal atau minimal babak delapan besar.
Indonesia sejatinya memiliki sejarah dalam kompetisi ini. Ya, pasukan 'Garuda Muda' pernah tampil di ajang Piala Dunia U-20 edisi 1979 di Jepang.
Ketika itu, Indonesia bisa ikut turnamen tersebut karena alasan politik. Seharusnya, tim yang tampil di Piala Dunia U-20 1979 adalah juara dan runner-up Piala Asia Junior 1978, yakni Korea Selatan dan Irak.
Baca Juga: Liga Serie A Italia Malam Ini: Genoa Vs Juventus dan Torino Vs Lazio
Namun, Irak mendadak mengundurkan diri karena sentimen anti Amerika Serikat. Langkah ini diikuti juga oleh Korea Utara yang ditunjuk sebagai pengganti Irak.
Akibatnya, FIFA dan AFC menunjuk Indonesia sebagai wakil dari Asia, menemani Korsel dan Jepang yang bisa tembus karena menjadi tuan rumah.